Distapang Dorong Kemandirian Ekonomi Keluarga Melalui Kelompok Wanita Tani

  • 05 Jun 2026 15:27 WIB
  •  Malinau
Poin Utama
  • Dinas Ketahanan Pangan Malinau membina sekitar 19 Kelompok Wanita Tani untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi keluarga.
  • Pembinaan KWT diharapkan meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Kabupaten Malinau.

RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Ketahanan Pangan (Distapang) Kabupaten Malinau mendorong kemandirian ekonomi keluarga melalui pembinaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di berbagai wilayah. KWT dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi keluarga.

Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Welfred Sulaiman, mengatakan pembinaan KWT tidak hanya berfokus pada kegiatan bercocok tanam di pekarangan rumah, tetapi juga membangun kebiasaan memanfaatkan lahan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

"Harapan kita, hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut dapat mengurangi pengeluaran rumah tangga karena sebagian kebutuhan sayuran dapat dipenuhi secara mandiri dan menambah penghasilan juga," kata Welfred, Jumat (5/6/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah kelompok yang dibina tidak hanya menanam sayuran di sekitar rumah, tetapi juga mengelola lahan percontohan atau demplot secara bersama-sama. Pola tersebut memungkinkan anggota kelompok belajar dan bekerja secara kolektif dalam mengembangkan usaha pertanian skala rumah tangga.

Di Desa Belayan, misalnya, terdapat tiga Kelompok Wanita Tani yang aktif mengelola pekarangan dan demplot kelompok. Aktivitas tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana pemanfaatan lahan dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang melibatkan banyak anggota masyarakat.

Saat ini terdapat sekitar 19 Kelompok Wanita Tani binaan Dinas Ketahanan Pangan yang tersebar di sejumlah desa dan kecamatan di Kabupaten Malinau. Setiap kelompok umumnya beranggotakan 15 hingga 20 orang.

Pembinaan juga telah menjangkau wilayah perkotaan, pedalaman, hingga kawasan perbatasan. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Malinau Kota, Malinau Barat, Malinau Seberang, Pujungan, Kayan Selatan, hingga wilayah Apau Kayan.

Welfred mengatakan program pembinaan tersebut telah berjalan sejak 2020 dan terus dilanjutkan sesuai kemampuan anggaran daerah. Tahun ini, jangkauan pembinaan diperluas hingga wilayah yang sebelumnya belum banyak tersentuh program serupa.

Tujuan program adalah membangun kemandirian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. KWT didampingi dan diberi dukungan berupa benih sayuran, polybag, hingga pupuk organik untuk mendukung kegiatan kelompok sebagai bagian dari pola pembinaan.

Ia menambahkan, keberadaan Kelompok Wanita Tani juga mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kualitas gizi masyarakat. Melalui ketersediaan pangan yang lebih baik di tingkat rumah tangga, kelompok tersebut turut berkontribusi dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Malinau.

"Penanganan stunting bukan hanya tugas satu OPD, tetapi membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan dunia usaha," ujarnya.

Welfred berharap Kelompok Wanita Tani dapat terus berkembang menjadi wadah pemberdayaan perempuan di desa. Selain memperkuat ketahanan pangan keluarga, kelompok tersebut diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....