Satgas MBG Malinau Rekomendasikan Peningkatan Standar Kebersihan SPPG

  • 01 Apr 2026 13:28 WIB
  •  Malinau

RRI.CO.ID, Malinau - Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Malinau merekomendasikan peningkatan standar kebersihan, kelengkapan administrasi, serta penguatan sistem monitoring distribusi pada dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam kegiatan monitoring dapur dan distribusi MBG, Selasa (31/3/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau selaku Sekretaris Satgas MBG daerah, Frent Tomi Lukas, mengatakan rekomendasi tersebut diberikan untuk menjaga kualitas pelaksanaan program MBG agar tetap berjalan optimal.

“Secara umum pelaksanaan kegiatan SPPG, mulai dari proses pengolahan hingga distribusi kepada penerima manfaat, sudah berjalan baik dan sesuai sasaran. Namun masih perlu beberapa perbaikan terutama pada aspek administrasi, standar kebersihan, dan kelengkapan data,” ujarnya.

Dalam monitoring tersebut, Satgas MBG menilai kondisi dapur SPPG di beberapa lokasi secara umum berada dalam keadaan bersih dan tertata. Area pengolahan, penyimpanan bahan, hingga penyajian makanan telah dipisahkan dengan cukup baik.

“Dari hasil monitoring kami, kondisi dapur secara umum sudah bersih dan tertata. Area pengolahan dan penyimpanan juga sudah dipisahkan dengan cukup baik,” kata Frent.

Selain itu, peralatan memasak dan wadah penyajian yang digunakan juga dinilai masih layak pakai. Mayoritas bahan pangan yang digunakan seperti sayur, buah, dan sumber protein juga dalam kondisi segar dan layak konsumsi.

Meski demikian, Satgas MBG mencatat masih perlu perhatian pada pengaturan suhu penyimpanan bahan tertentu agar kualitas bahan pangan tetap terjaga.

Dari sisi pengolahan, makanan disiapkan dengan metode fresh cooking atau dimasak pada hari yang sama. Menu yang disajikan juga dinilai telah memenuhi unsur gizi yang seimbang, meliputi karbohidrat, protein, sayur, buah, hingga susu.

“Menu yang disajikan sudah memenuhi unsur gizi yang seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, sayur, buah hingga susu,” imbuhnya.

Petugas dapur juga sebagian besar telah menggunakan perlengkapan dasar seperti celemek dan penutup kepala saat bekerja. Namun, Satgas MBG tetap mendorong agar penggunaan alat pelindung diri (APD) dilakukan secara lebih konsisten.

Secara keseluruhan, proses distribusi dari dapur ke lokasi penerima dinilai tertib dan terkoordinasi. Waktu pengiriman menyesuaikan jadwal makan di masing-masing lokasi dan kondisi makanan tetap layak konsumsi saat diterima.

“Distribusi dari dapur ke lokasi penerima manfaat berjalan lancar dan tepat waktu, sehingga makanan tetap dalam kondisi baik saat diterima,” katanya.

Satgas MBG merekomendasikan agar seluruh dapur melengkapi data penerima manfaat, meningkatkan standar kebersihan dapur, serta menjaga keseimbangan menu gizi secara konsisten. Selain itu, sistem monitoring dan pencatatan distribusi juga perlu diperkuat agar pelaksanaan program MBG dapat terus dipantau secara berkala dan lebih akuntabel.

“Kami mendorong agar standar kebersihan dapur terus ditingkatkan, penggunaan APD lebih konsisten, serta pencatatan data penerima manfaat dan distribusi diperkuat,” ucapnya.

Berdasarkan data produksi, cakupan penerima manfaat dari tiga SPPG yang telah beroperasi di Malinau mencapai 7.119 orang. SPPG Muhammadiyah melayani 2.551 penerima, SPPG Tali Kasih Kurau di Malinau Barat melayani 2.307 penerima, dan SPPG Berbagi Kasih menyalurkan makanan kepada 2.261 penerima manfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....