Beroperasi Kembali, Dinas Ketahanan Pangan Monitoring SPPG Muhammadiyah
- 31 Mar 2026 12:28 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau melakukan monitoring operasional SPPG Muhammadiyah setelah dapur MBG tersebut kembali beroperasi.
- Monitoring dilakukan untuk memastikan produksi dan distribusi makanan bergizi berjalan lancar hingga sampai ke penerima manfaat.
- Operasional dapur MBG sebelumnya sempat berhenti 11–30 Maret 2026, diduga karena kendala pembiayaan sebelum akhirnya kembali berjalan.
RRI.CO.ID, Malinau - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau melakukan monitoring operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah Malinau Hulu, Selasa (31/3/2026). Monitoring dilakukan setelah salah satu dapur pengelolah Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malinau tersebut kembali beroperasi.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kegiatan penyediaan makanan bergizi berjalan lancar. Selain itu, distribusi makanan kepada penerima manfaat juga dipastikan berjalan dengan baik dan sesuai standar mutu.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Frent Tommy Lucas, mengatakan pihaknya turun langsung untuk melihat aktivitas dapur MBG. Monitoring juga memastikan distribusi makanan sampai ke sekolah-sekolah penerima.
“kita monitoring karena kita mau memastikan kegiatan MBG di dapur SPPG Muhammadiyah itu berjalan dengan lancar setelah beroperasi kembali,” katanya pada RRI.
Ia menjelaskan Dinas Ketahanan Pangan menjadi bagian dari tim pemerintah daerah yang mengawal pelaksanaan program MBG. Di mana, Sekretaris Daerah bertindak sebagai ketua, sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan sebagai sekretaris.
Tim ini juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah lainnya. Di antaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan yang turut memantau pelaksanaan program.
“Sebagai salah satu mitra pemerintah, kita di Ketahanan Pangan tergabung dalam tim MBG bersama dinas terkait lainnya,” ujarnya.
Frent mengatakan, monitoring awal menunjukkan operasional dapur berjalan baik. Produksi makanan serta distribusi ke sekolah-sekolah penerima juga berlangsung sesuai ketentuan.
“Kalau kita lihat tadi hasil monitoring dan diskusi dengan pengelola, semuanya berjalan bagus. Hari ini sudah sesuai dengan yang ditentukan,” katanya.
Ke depan, monitoring akan dilakukan bersama tim gabungan lintas organisasi perangkat daerah, untuk memastikan keberlanjutan program MBG berjalan optimal.
“Ke depan monitoring akan dilakukan bersama tim gabungan dari kesehatan, ketahanan pangan, dan pendidikan,” ucapnya.
Menurut Frent, pemantauan rutin tetap diperlukan guna menjaga kualitas layanan. Pemerintah daerah juga akan menindaklanjuti jika terdapat keluhan dari masyarakat.
“Minimal satu bulan sekali kita lakukan monitoring atau menyesuaikan jika ada laporan atau keluhan,” ujarnya.
Dapur SPPG Muhammadiyah Malinau Hulu melayani setidaknya 2.551 penerima manfaat dari sejumlah sekolah, mulai dari TK, SD, SMP, SMA hingga posyandu di wilayah Malinau Hulu.
Sebelumnya, operasional dapur MBG Muhammadiyah sempat berhenti mulai 11 hingga 30 Maret 2026. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Muhammad Fiteriady, mengatakan, penghentian sementara diduga karena kendala teknis dalam hal pembiayaan.
“Jadi kami menerima surat tembusan itu dari salah satu dapur MBG, Muhammadiyah yang memberitahukan adanya penghentian sementara operasional karena kendala dana,” kata Fiteriady saat ditemui di Kantor Bupati Malinau, Jumat (13/3/2026) lalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....