Belum Dapat Dana, SPPG Muhammadiyah Malinau Berhenti sementara
- 18 Mar 2026 09:53 WIB
- Malinau
Poin Utama
- Satu dapur MBG di Malinau menghentikan produksi sementara.
- Penghentian berlangsung 11–30 Maret 2026.
- Penyebab utama diduga belum ada suplai dana dari pemerintah pusat.
- Informasi diperoleh dari surat tembusan yang diterima Disdik Malinau dari salah satu dapur yang beroperasi.
RRI.CO.ID, Malinau – Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malinau berhenti beroperasi sementara pada 11-30 Maret 2026.
Penghentian ini diduga karena belum adanya suplai dana dari pemerintah pusat.bKepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malinau, Muhammad Fiteriady, mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut melalui surat tembusan dari salah satu dapur MBG.
“Jadi kami menerima surat tembusan itu dari salah satu dapur MBG, Muhammadiyah kalau tidak salah,” ujar Fiteriady, Jumat (13/3/2026) saat ditemui di Kantor Bupati Malinau.
Ia menjelaskan, dalam surat tersebut disampaikan bahwa dapur menghentikan produksi selama periode 11-30 Maret 2026. “Karena ini surat yang saya baca, kurang lebih isinya mereka belum mendapat suplai dana dari pemerintah pusat,” katanya.
Fiteriady mengungkapkan, pemerintah daerah hanya sebagai penerima manfaat program sehingga mekanisme operasional sepenuhnya berada di pihak pengelola. “Jadi ya mungkin karena memang mekanisme mereka kan ada sendiri, kita kan sebagai penerima manfaat istilahnya,” ucapnya.
Ia sempat menduga penghentian tersebut berkaitan dengan masa libur. Namun setelah menerima surat, diketahui alasan utama adalah kendala pendanaan.
“Awalnya saya pikir berhentinya karena liburan, tapi ternyata informasi itu yang saya dapat dari surat yang mereka sampaikan,” jelasnya.
Meski demikian, Fiteriady menegaskan bahwa laporan tersebut baru berasal dari satu dapur MBG. “Ini salah satu dapur saja sih yang memberi laporan,” akunya.
Saat ini terdapat tiga dapur MBG yang telah beroperasi di Kabupaten Malinau, yakni SPPG Batu Lidung, SPPG Malinau Barat, dan SPPG Muhammadiyah. Ketiga dapur tersebut melayani lebih dari enam ribu siswa atau penerima manfaat dari sejumlah satuan pendidikan di wilayah Malinau. Pemerintah daerah berharap distribusi program dapat kembali berjalan normal agar layanan kepada siswa tetap optimal. (Ading/sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....