Ludes dalam Sekejap! Gerakan Pangan Murah di Malinau Diserbu Ratusan Warga
- 12 Mar 2026 10:32 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Tarakan - Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di bulan suci Ramadan membuahkan hasil positif. Melalui Dinas Ketahanan Pangan, kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar pada Rabu (11/3/2026) sukses menyedot antusiasme masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Perumda Intimung, Kecamatan Malinau Kota ini dihadiri langsung oleh Sekda Malinau, DR. Ernes Silvanus, didampingi sejumlah pejabat teras lainnya. Tercatat, sekitar 300 warga memadati lokasi untuk mendapatkan komoditi pangan dengan harga miring.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malinau, Frent Tomi Lukas, S.Hut., mengungkapkan bahwa seluruh komoditi yang disediakan, mulai dari stok Bulog hingga hasil tani lokal, ludes terjual dalam waktu singkat.
"Semua komoditi terjual habis. Kami menjual kepada masyarakat sesuai dengan harga agen atau distributor tanpa mengambil keuntungan sedikit pun. Ini komitmen kami untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah," ujar Frent Tomi Lukas usai kegiatan.
Komoditi Bulog Jadi Primadona Dalam GPM kali ini, Beras SPHP menjadi barang yang paling banyak diburu. BPS menyiapkan 3,7 ton atau 740 zak kemasan 5 kg yang dibanderol Rp55.000 per zak. Selain beras, Minyakita sebanyak 600 liter (Rp15.000/liter) dan gula pasir curah sebanyak 200 kg (Rp15.000/kg) juga habis tak tersisa.
Untuk memastikan kelancaran dan ketertiban, panitia menerapkan sistem kupon nomor urut. Warga dipanggil berdasarkan urutan untuk menuju kasir masing-masing komoditi secara berurutan.
"Masyarakat diberikan jatah maksimal pembelian beras SPHP hingga 25 kg per kupon, sementara untuk minyak goreng dan gula pasir dibatasi masing-masing 2 kg agar distribusi merata," tambah mantan Kepala DLH Malinau tersebut.
Dukung Petani Lokal Tak hanya stok dari Bulog dan distributor, GPM ini juga menjadi ajang promosi bagi peternak dan petani lokal Malinau. Sebanyak 100 piring telur ayam ras (Rp60.000/piring) dan puluhan kilogram sayuran segar seperti kangkung, kacang panjang, hingga pakis terjual habis.
Hanya komoditi cabai rawit yang masih tersisa sekitar 10 kg dari total 30 kg yang disediakan. Sementara untuk bawang merah dan bawang putih yang didatangkan dari agen lokal, seluruhnya terserap habis oleh pembeli.
Melalui gerakan ini, Pemkab Malinau berharap tekanan harga pangan menjelang Idul Fitri 1447 H dapat diredam, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....