Tuai Protes, Desa Respen Tubu Evaluasi Pembangunan Kopdes
- 05 Des 2025 19:31 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Pemerintah Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, menggelar rapat evaluasi terkait pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kantor Desa Respen Tubu, Jumat (05/12/2025).
Evaluasi tersebut dilaksanakan untuk menindaklanjuti protes sejumlah warga mengenai lokasi pembangunan yang dinilai mengorbankan fasilitas olahraga desa.
Sejumlah pemuda dan masyarakat sebelumnya menyampaikan keberatan karena pembangunan Kopdes berada di atas lapangan futsal dan lapangan sepak takraw, yang selama ini menjadi ruang aktivitas olahraga dan kegiatan kepemudaan.
Warga menilai perubahan fungsi lahan dilakukan tanpa musyawarah terbuka dan pemberitahuan kepada masyarakat. Rapat pun digelar guna membahas kemungkinan solusi agar pembangunan dapat dilanjutkan tanpa memicu konflik dengan masyarakat.
Rapat melibatkan Kepala Desa, Ketua Kopdes Merah Putih, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Malinau, serta staf Kecamatan Malinau Utara.
Kepala Desa Respen Tubu, Dole, menjelaskan bahwa penentuan lokasi telah melalui persyaratan teknis serta standar minimal ketersediaan lahan seluas 1.000 meter persegi.
“Karena wilayah ini tergolong sempit, kami tidak memiliki alternatif lahan luas seperti desa lain. Satu-satunya lahan yang memenuhi kriteria adalah aset desa yang saat ini difungsikan sebagai fasilitas olahraga,” jelasnya.
Dole menegaskan bahwa tahapan pemetaan, pengukuran, dan musyawarah desa telah dilakukan sebelum lokasi dinyatakan layak untuk pembangunan. Menurutnya, situasi yang dihadapi pemerintah desa saat ini cukup dilematis.
“Jika pembangunan dilaksanakan, kami diprotes warga. Jika tidak dilaksanakan, ada ancaman sanksi dari pusat berupa penahanan dana desa,” ungkapnya.
Kabid Koperasi dan UMKM Disperindagkop Malinau, Melani Indah, menyampaikan bahwa pemerintah desa diberi waktu untuk menyelesaikan persoalan dengan warga sebelum pembangunan diteruskan.
“Kami memberi beberapa hari kepada pemerintah desa untuk menyelesaikan permasalahan dengan warga. Jika tidak ditemukan solusi, maka kemungkinan pembangunan Kopdes dapat dibatalkan,” katanya.
Dole menyatakan pihaknya tetap berupaya mencari jalan tengah agar program nasional tersebut berjalan seiring kebutuhan masyarakat atas fasilitas olahraga.
“Kami ingin Kopdes tetap dibangun, namun fasilitas olahraga juga tetap ada. Ini yang sedang kami carikan jalan keluarnya,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....