Malinau Bidik Kenaikan Ubinan Padi Hingga Lima Ton
- 24 Nov 2025 14:14 WIB
- Malinau
KBRN, Malinau : Dinas Pertanian Kabupaten Malinau menargetkan peningkatan produktivitas pertanian melalui program unggulan PESAT (Pertanian Sehat). Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong hasil rata-rata ubinan padi sawah yang saat ini berada di kisaran 3 ton per hektare agar naik menjadi 5 ton pada tahun mendatang.
Pemerintah daerah telah menurunkan 380 personel Satuan Tugas (satgas) PESAT untuk mempercepat pembukaan dan pengelolaan lahan tidur di empat kecamatan perkotaan. Program pada tahap awal difokuskan pada tiga komoditas, yakni padi sawah, jagung, dan cabai.
Satgas ini sudah mulai diberdayakan pada musim tanam kedua (MT2) tahun ini, sekaligus merealisaikan target peningkatan indeks penanaman (IP) Kabupaten Malinau yang biasanya hanya sekali dalam setahun, yakni di MT3, menjadi dua hingga tiga kali penanaman dalam setahun (MT1 dan MT2).
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Malinau, Mikadinata mengakui hal ini bukan perkara mudah. Ia membeberkan beberapa kendala yang dihadapi para petani, terutama resiko penanaman di MT2, yang dikenal memiliki risiko tinggi karena tingginya potensi serangan hama.
“Pembukaan lahan pada MT2 berisiko karena tidak semua petani menanam pada periode tersebut. Banyak hama dan penyakit, burung, ya kendala teknis seperti itu, juga kendala alam, ada banjir kemarin, itu menjadi kendala umum pada petani kita di manapun,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa kebutuhan sarana produksi pertanian meningkat tajam seiring bertambahnya luas lahan garapan. “Kebutuhan mereka untuk pupuk, herbisida, kemudian insektisida, dan suplai pupuk lainnya untuk menambah hasil itu luar biasa banyak kebutuhannya, sementara dinas masih sangat terbatas dalam pembiayaan itu,” ujarnya.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan tersebut akan menjadi prioritas pada tahun depan agar produktivitas dapat meningkat signifikan. Target peningkatan hasil ubinan dinilai realistis, terutama karena beberapa lokasi telah menunjukkan capaian di atas rata-rata.
Di kawasan Mentarang misalnya, hasil ubinan pada musim sebelumnya mencapai 6 ton per hektare. “Ada beberapa titik lahan yang sudah memungkinkan itu, tapi sebagian besar lahan yang dibuka ini adalah lahan tidur berat, sehingga tahun ini mereka belum maksimal,” jelasnya.
Namun ia optimis bahwa pada tahun mendatang lahan akan lebih mudah diolah karena setelah pembukaan lahan. "Kalau tahun depan mungkin mereka hanya urus jerami saja sudah, kayu-kayu sudah lepas dari lahan dan lebih mudah lagi," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....