Malinau Subsidi Tiket Angkutan Lebaran Mulai Hari Ini
- 16 Mar 2026 09:37 WIB
- Malinau
RRI.CO.ID, Malinau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mulai memberlakukan subsidi tiket angkutan Lebaran 2026. Kebijakan ini berlaku untuk tarif speedboat dan bus Damri mulai, Senin (16/03/2026).
Program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) ini bertujuan menekan biaya perjalanan masyarakat yang hendak mudik Lebaran. Pemerintah daerah juga mengantisipasi peningkatan arus penumpang menjelang hari raya.
Kabag Ekonomi Setda Malinau, Erly Sumiati mengatakan subsidi diberikan pada jalur transportasi air dan darat. Kebijakan tersebut diharapkan membantu masyarakat memperoleh tiket dengan harga lebih terjangkau. “Untuk rute Tarakan ke Malinau disubsidi sebesar Rp100 ribu per penumpang,” kata Erly, Senin (16/3/2026).
Tarif speed boat yang sebelumnya Rp310 ribu turun menjadi Rp210 ribu. Sementara tiket bus Damri rute Tanjung Selor–Malinau turun dari Rp190 ribu menjadi Rp100 ribu.
Ia menjelaskan subsidi untuk rute sebaliknya tetap berjalan seperti sebelumnya. Rute speedboat Malinau-Tarakan dan bus Damri Malinau-Tanjung Selor telah lebih dulu mendapatkan subsidi pemerintah. “Untuk rute sebaliknya itu masih berjalan, karena memang selama ini sudah disubsidi,” ujarnya.
Erly mengungkapkan khusus layanan Damri, Pemkab mengalokasikan anggaran subsidi sebesar Rp250 juta. Dana tersebut digunakan dalam mendukung kelancaran transportasi masyarakat selama arus mudik.
Selain untuk mudik Lebaran, program SOA juga dilaksanakan sepanjang tahun 2026. Program ini menjangkau transportasi sungai, darat, hingga udara untuk wilayah pedalaman dan perbatasan Kabupaten Malinau.
Untuk transportasi udara, Pemkab Malinau mengalokasikan sekitar Rp40 miliar pada tahun 2026 di tujuh rute pedalaman dan perbatasan.
Pada sektor sungai, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk melayani sepuluh rute strategis. Layanan tersebut menghubungkan sejumlah wilayah terpencil guna menjaga kelancaran mobilitas penumpang dan logistik.
Sementara itu, subsidi transportasi darat dialokasikan sekitar Rp2,4 miliar. Program ini menghubungkan Malinau Kota dengan beberapa wilayah pedalaman seperti Metut, Nahakramo, dan Long Pada.
Wakil Bupati Malinau Jakaria sebelumnya menegaskan program subsidi transportasi menjadi langkah strategis pemerintah daerah. Kebijakan ini diharapkan memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah perbatasan.
“Masyarakat di pelosok berhak merasakan kehadiran pemerintah melalui pemerataan fasilitas transportasi,” katanya.
Melalui program subsidi ini, pemerintah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah. Selain itu, diharapkan dapat menekan kesenjangan harga transportasi di wilayah terpencil Kabupaten Malinau. (Ading/sti)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....