Batasi Garam dan Lemak saat Puasa
- 12 Mar 2026 08:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Menjalani ibadah puasa bagi pasien jantung memerlukan perhatian khusus, terutama dalam pengaturan pola makan. Dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Ibu Citra Nurma Yunita, S.Pt., M.Pt, menegaskan bahwa puasa pada dasarnya dapat memberikan waktu istirahat bagi sistem pencernaan dan metabolisme tubuh. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Kurma (Kisah Unik Ramadan) di Pro 1 RRI Malang, Senin (2/3/2026). “Ketika puasa dilakukan dengan pola makan sehat, organ pencernaan mendapat waktu istirahat dan metabolisme berjalan lebih teratur,” jelasnya.
Namun demikian, tidak semua pasien jantung memiliki kondisi yang sama. Ia menerangkan bahwa penderita jantung ringan hingga sedang umumnya masih diperbolehkan berpuasa dengan pengawasan medis, sedangkan pasien dengan kondisi berat sebaiknya tidak memaksakan diri. “Semua harus melalui konsultasi dokter terlebih dahulu agar aman,” katanya. Selain pola makan, waktu konsumsi obat jantung juga perlu diatur ulang agar tetap efektif selama Ramadan.
Dalam pengaturan menu, Ibu Citra menekankan pentingnya membatasi asupan garam, terutama bagi pasien dengan riwayat hipertensi. Makanan tinggi natrium seperti makanan cepat saji dan olahan sebaiknya dikurangi. “Batasi makanan berlemak dan pilih daging tanpa lemak atau ikan segar sebagai sumber protein,” ungkapnya. Ia juga menyarankan untuk memperbanyak konsumsi serat dari sayur dan buah guna membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan sistem pencernaan.
Bagi pasien yang memiliki kelebihan berat badan, jumlah karbohidrat sederhana seperti nasi putih, roti, mie, dan gula perlu dikendalikan. Pilihan yang lebih sehat adalah nasi merah atau sumber karbohidrat kompleks lain yang lebih stabil menjaga gula darah. Selain itu, makanan yang mudah dicerna dan tidak terlalu berbumbu tajam lebih dianjurkan agar lambung tetap nyaman selama puasa. “Kontrol porsi makan menjadi kunci agar jantung tidak bekerja terlalu berat,” jelasnya.
Sebagai contoh menu, ia menyarankan berbuka dengan air putih dan tiga butir kurma atau salad buah tanpa tambahan susu kental manis. Untuk makan utama, nasi merah, ikan kembung bakar, urap sayuran, serta tempe dapat menjadi pilihan seimbang. Sementara saat sahur, oat dengan potongan buah, sup kacang polong, dan telur rebus dinilai cukup memenuhi kebutuhan energi dan protein. “Prinsipnya adalah memilih makanan yang aman, sehat, utuh, dan halal, serta seimbang nutrisinya agar puasa tetap lancar tanpa mengganggu kesehatan jantung,” pungkasnya.