Loman Park Hotel Pertahankan Kultur Budaya Jawa

  • 28 Sep 2024 09:40 WIB
  •  Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta: Loman Park Hotel Yogyakarta yang berdiri sejak tahun 1995 dengan nama Radison, tepat pada 28 Oktober 2023 resmi berganti nama menjadi Loman Park Hotel di bawah naungan manajemen Atap Hospitality. Transformasi pertumbuhan dan berinovasi pun dilakukan hotel yang berada di jalan Affandi, jalan Colombo dengan tetap mempertahankan unsur kebudayaan jawa khas Yogyakarta melalui arsitektur bangunan serta suasana yang di hadirkan.

Konsep estetik etnik budaya jawa otentik dapat dirasakan wisatawan di seluruh aspek bangunannya yang tergambar dari area lobby yang berdesain falsafah joglo.

Mengusung tagline 'Care About Convenience', General Manager Loman Park Hotel Yogyakarta Handono S. Putro mengatakan, Loman Park Hotel berkomitmen memberikan pelayanan kepada tamu-tamu, melalui keramahan khas masyarakat yogyakarta. Ada hal unik ketika berkunjung di Loman dimana setiap karyawan akan menyapa dengan senyuman serta sapaan bahasa jawa seperti 'Sugeng enjing, Sugeng sonten' (selamat pagi, selamat sore dalam bahasa Jawa).

Handono menyebutkan, Loman juga mengedepankan sinergi dengan UMKM di Jogjakarta dengan memberikan kesempatan kepada mereka untuk berperan serta dalam memajukan pariwisata Jogjakarta melalui produk-produk yang dipajang di area lobi.

“Kami ingin selalu melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk tumbuh bersama Loman. Dalam hal ini, kami menggandeng UMKM yang terkurasi untuk dapat menjual produknya di area lobi Loman,” kata Handono saat media gathering di Loman Park Yogyakarta, Kamis (26/9/2024).

Tidak banyak melakukan perubahan dalam infrastrukturnya, Handono menegaskan, dalam jasa pariwisata yang terpenting dan utama adalah perubahan mental. Karena diakuinya, kepuasan konsumen menjadi hal terpenting dalam sebuah ekosistem pariwisata di Yogyakarta.

"Bisa di cek dalam online review, karena itu sekarang menjadi salah satu parameter utama di dalam bisnis yaitu review costumer. Terutama dalam pelayanan, makanan kami juga bagus dan fasilitas," ucap Handono.

Fasilitas yang ditawarkan Loman merupakan yang terbaik di antara hotel-hotel yang ada di Yogyakarta. Mulai dari fasilitas kolam renang dengan tiga pilihan untuk dewasa, anak-anak, dan balita; Hulahoop Wellness sebagai pusat rekreasi kebugaran dengan berbagai fasilitas seperti gym, tenis, voli pantai, basket, pilates/poundfit, jacuzzi, sauna, serta spa untuk memanjakan diri; hingga kids club untuk keluarga yang membawa anak-anak.

Handono mengungkapkan, budaya yang menjadi khasnya Yogyakarta menjadi sebuah tantangan, terutama dalam mempertahankannya atau nguri-uri kabudayan. Apalagi di Yogyakarta ini memiliki warisan budaya dunia yang telah ditetapkan UNESCO.

Sehingga dengan potensi Yogyakarta sebagai destinasi kedua wisata di Indonesia setelah pulau Bali, dan beragamnya pilihan wisata serta kebudayaan yang masih terjaga menjadi daya tarik Yogyakarta. dilansir dari data BPS Yogyakarta di bulan desember 2023 di kunjungi lebih dari 7 juta wisatawan lokal dan 11ribu wisatawan mancanegara.

"Ini aset luar biasa, begitu masuk joglo besar sekali plaza yang ada di tengah dengan ornamen jati itu tidak ada, itu aset. Maka dari itu saya lebih main lada ambience di loby ini saya lagi susun ingin punya mini museum sama art galery, kita gandeng seniman-seniman. Jadi Jogja itu ya itu, sehingga ketika saya membuat bangunan menjadi romantik, menjadi modern, ini ada yang salah itu menurut saya, akhirnya tetap saya pertahankan tapi pelayanan saya tajamkan," ujar Handono.

Salah satu tamu yang menginap di Loman Kesia Envy mengaku sangat puas dengan pelayanan yang diberikan. “Rencana kami menginap di Loman hanya untuk beristirahat saja, tetapi ternyata kami tidak pergi ke mana-mana karena fasilitasnya sangat lengkap. Pagi hari kami sekeluarga berenang, lalu langsung menuju jacuzzi, dan sore hari kami tutup dengan bermain tenis. Luar biasa! Sangat jarang ada hotel dengan fasilitas selengkap ini di tengah kota,” ujar Kesia.

Loman juga menjaga keselerasan bangunan jawa dengan rimbunan pepohonan dengan mempertahankan area taman hal tersebut juga diwujudkan melalui program memayu hayuning bawana sebuah program untuk mengurangi penggunaan plastik seperti penggantian botol mineral dengan botol kaca, penggunaan amenities dari bahan daur ulang, serta memproses sampah hotel untuk dijadikan kompos.

“Saat ini, program tersebut sudah berjalan dan tamu sangat mengapresiasi program kami. Bahkan, kami sempat menjadikannya sebagai program menginap untuk membuat kompos bersama,” ujar Handono. (Yan/par)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....