Permintaan Hampers Lebaran, Peluang Bisnis yang Menjanjikan

  • 09 Mar 2026 12:58 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Permintaan hampers menjelang Lebaran dimanfaatkan pelaku usaha sebagai peluang bisnis musiman yang menjanjikan. Owner Alodya Party Hampers dan Bukapita, Laily Nuraida, mengaku pesanan hampers meningkat setiap memasuki momen Hari Raya.

Laily menjelaskan, pada hari-hari biasa usaha yang dijalankannya lebih banyak melayani hampers ulang tahun serta seserahan pernikahan. Namun saat menjelang Lebaran, permintaan hampers meningkat karena banyak pelanggan yang ingin berbagi bingkisan kepada keluarga maupun rekan kerja.

“Kalau Lebaran lebih ke seasonal. Hari biasa kami fokusnya ke birthday hampers dan seserahan nikah. Ketika Lebaran kita manfaatkan momennya karena banyak yang menanyakan hampers,” ujar Laily dalam Dialog Malang Menyapa Senin 9 Maret 2026.

Selain melayani pembelian dari pelanggan umum, pihaknya juga menangani pesanan hampers untuk kebutuhan perusahaan. Pesanan corporate biasanya dilakukan jauh-jauh hari sebelum Lebaran agar proses produksi dapat dipersiapkan dengan baik.

Menurutnya, persiapan hampers Lebaran bahkan sudah dimulai sekitar tiga bulan sebelumnya. Hal ini terutama untuk produksi kemasan hard box yang dibuat secara handmade dan membutuhkan waktu pengerjaan lebih lama.

“Minimal tiga bulan sebelumnya kita sudah mulai konsep dan mencetak kemasan. Karena hard box itu handmade dan tidak bisa dikerjakan cepat, jadi harus dipersiapkan jauh hari,” jelasnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Laily membagi segmentasi produk melalui dua brand berbeda. Alodya Party Hampers menyasar pasar yang lebih terjangkau, sementara Bukapita ditujukan untuk segmen menengah hingga menengah atas.

Di Alodya, pelanggan sudah bisa mendapatkan hampers mulai dari Rp55 ribu. Sementara di Bukapita, nilai hampers dapat mencapai jutaan rupiah.

“Kalau Bukapita paling mahal kemarin ada pesanan sampai Rp3 juta. Biasanya kalau hampers di atas Rp1,5 juta kita selipkan juga barang elektronik seperti oven, mixer, atau blender,” kata Laily.

Untuk menjaga kualitas produk, pihaknya juga melakukan stok barang lebih awal sebelum Lebaran. Hal ini dilakukan karena mendekati hari raya biasanya stok dari pemasok mulai terbatas dan kualitas barang tidak lagi optimal.

Seiring berkembangnya usaha, jangkauan pelanggan Alodya dan Bukapita kini telah menyebar ke berbagai daerah di Indonesia melalui promosi di media sosial. Dalam proses produksinya, usaha ini juga melibatkan pelaku UMKM serta masyarakat sekitar, mulai dari pembuatan hard box hingga proses pengemasan.

Untuk menjaga daya saing, setiap tahun pihaknya berupaya menghadirkan konsep hampers yang berbeda. Salah satunya dengan menggunakan rak susun kayu dari produk UMKM Kabupaten Malang sebagai wadah hampers.

“Biasanya orang pakai keranjang rotan, tapi tahun ini kita pakai rak susun kayu. Setelah hampersnya diambil, raknya masih bisa dipakai di dapur,” ujarnya.

Ke depan, Laily berharap produk hampers yang dibuatnya dapat menjangkau pasar yang lebih luas di seluruh Indonesia dengan konsep kemasan yang lebih praktis dan mudah dikirim. (Annisa)

Rekomendasi Berita