Kemenperin Gelar CBI 2026 Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Fesyen dan Kriya

  • 22 Jul 2026 22:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Perindustrian menyelenggarakan Kick Off Creative Business Incubator (CBI) 2026 dengan fokus pada penguatan ekosistem kewirausahaan sektor fesyen dan kriya melalui pembelajaran terstruktur.
  • Program ini bertujuan untuk membina dan meningkatkan kapasitas pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) agar tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.
  • Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menekankan komitmen pemerintah dalam menghadirkan berbagai program pembinaan untuk mendukung pengembangan IKM di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka menyelenggarakan Kick Off Creative Business Incubator (CBI) 2026. Program tersebut bertujuan memperkuat ekosistem kewirausahaan sektor fesyen dan kriya melalui pembelajaran terstruktur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah terus menghadirkan pembinaan, memperkuat kapasitas pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Berbagai program pembinaan diharapkan membuat pelaku IKM tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional.

"Pemerintah terus menghadirkan berbagai program pembinaan yang mampu memperkuat kapasitas pelaku IKM. Agar dapat tumbuh, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ujar Agus di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

Agus mengatakan tantangan yang dihadapi saat ini bukan hanya menciptakan wirausaha baru. Pemerintah juga memastikan pelaku IKM mampu berkembang menjadi usaha yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

"Diperlukan penguatan rantai pasok lokal yang terintegrasi sehingga IKM dapat saling terhubung. Meningkatkan penggunaan bahan baku dan jasa dalam negeri, menjadi bagian ekosistem industri yang menghasilkan nilai tambah lebih besar," kata Agus.

Agus menambahkan berdasarkan kajian, mentorship berperan penting meningkatkan kompetensi teknis sekaligus membentuk karakter wirausaha tangguh, mandiri, dan inovatif. Program pendampingan juga menjadi kebutuhan penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis dan menjadi mitra diskusi.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian Reni Yanita mengatakan nilai PDB sektor fesyen dan kriya mencapai Rp120,13 triliun Triwulan I 2026. Nilai tersebut meningkat 7,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Capaian tersebut menjadi peluang bagi IKM fesyen dan kriya terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, memperluas akses pasar. Sehingga mampu naik kelas dan menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional maupun pasar global," ujar Reni.

Reni mengatakan nilai ekspor industri kriya pada Januari hingga April 2026 mencapai USD228 juta, fesyen pakaian jadi USD2,78 miliar, tekstil USD1,04 miliar. Capaian tersebut menjadi peluang bagi pelaku IKM untuk terus meningkatkan kualitas produk, kapasitas usaha, serta memperluas akses pasar.

Reni menjelaskan Program CBI dirancang untuk mengembangkan wirausaha muda sektor fesyen dan kriya melalui pembelajaran yang komprehensif. Program tersebut membantu pelaku IKM memperkuat fondasi bisnis, membangun model bisnis, memperluas pasar, dan meningkatkan nilai tambah.

"Creative Business Incubator merupakan salah satu instrumen pembinaan yang kami siapkan untuk membantu pelaku IKM memperkuat fondasi bisnisnya. Kami ingin para peserta tidak hanya memiliki produk yang berkualitas, tetapi juga mampu membangun model bisnis yang berkelanjutan," kata Reni.

Reni menambahkan Program CBI telah menghasilkan berbagai kisah sukses alumni yang menunjukkan perkembangan usaha secara nyata. Pendampingan yang diberikan berhasil meningkatkan kapasitas produksi dan omzet usaha.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....