BKPM: Investasi Semester I Serap Hampir 1,45 Juta Pekerja
- 16 Jul 2026 17:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Realisasi investasi semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun
- 2. Penyerapan tenaga kerja dari investasi PMA dan PMDN mencapai 1.448.862 orang atau peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya.
- 3. Investor meningkatkan kepercayaan terhadap Indonesia karena stabilitas ekonomi, politik, dan sosial yang lebih baik dibandingkan negara ASEAN lainnya seperti Thailand dan Malaysia.
RRI.CO.ID, Jakarta- Investasi baik Penananam Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat telah membuka jutaan lapangan kerja di Tanah Air. Hal itu disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.
"Paling penting adalah kita bisa lihat di sini penyerapan tenaga kerjanya itu mencapai 1.448.862 orang. Atau kurang lebih peningkatan 15% dibandingkan tahun sebelumnya," kata Menteri Rosan Roeslani dalam keterangan pers di Kantor Presidenan, Kamis, 16 Juli 2026.
Lebih lanjut ia menjelaskan, realisasi investasi semester I 2026, Januari-Juni mencapai Rp1.010,6 triliun. Adapun realisasi PMDN Rp502, 9 triliun dan PMA Rp 507,6 triliun.
Selanjutnya realisasi semester II tahun 2026, yaitu Rp511, 8 triliun dengan PMDN Rp254,1 triliun dan PMA Rp254,1 triliun. Menteri Rosan mengatakan tingginya kepercayaan investor karena komunikasi yang dilakukan pemerintah secara intensif.
"Yang paling mereka sampaikan, mereka tahu untuk berinvestasi pasti ada resiko. Pasti ada resikonya. Tetapi selama resiko itu adalah resiko yang mereka bilang itu terukur atau calculated risk," ujarnya.
Selain itu, investor melihat Indonesia lebih stabil dibandingkan negara lain di ASEAN. Indonesia juga dianggap memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil.
"Mereka melihat di Indonesia ini relatif stabil ya dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya misalnya Thailand, Malaysia. Stabil dari segi pertumbuhan ekonomi, stabil juga dari segi politik dan sosialnya, sehingga faktor kestabilan menjadi hal kunci utama," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....