Bahlil Tegaskan RKAB Tambang Bisa Ditinjau Ulang jika Abaikan Penggunaan B50

  • 10 Jul 2026 08:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengancam akan meninjau ulang RKAB perusahaan tambang yang enggan menggunakan Biodiesel B50 dalam operasional mereka.
  • 2. Peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 dihadiri oleh sejumlah pengusaha besar seperti Garibaldi Thohir dan Arsjad Rasjid.
  • 3. Penggunaan produk dalam negeri termasuk B50 merupakan komitmen dari Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita kemandirian energi Indonesia.

RRI.CO.ID, Karawang - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI Bahlil Lahadalia ‘mengancam’ akan meninjau ulang Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) pengusaha. Peninjauan RKAB bagi perusahaan tambang yang enggan menggunakan Biodiesel B50 dalam kegiatan operasional.

“Saya sudah bilang kalau kalian tidak pakai B50, RKAB-nya saya tinjau. Jadi supaya tidak ada alasan-alasan,” kata Menteri Bahlil dalam laporannya pada peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026.

Bahlil mengingatkan, para pengusaha untuk membiasakan menggunakan produk dalam negeri seperti B50. Penggunaan produk dalam negeri, lanjut Bahlil, telah menjadi komitmen dari Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan awalnya para pengusaha enggan menggunakan B50 karena dianggap mahal. Namun Bahlil mengaku terus menjalin komunikasi dengan para pengusaha.

“Jadi ini harus kita, ini pakai produk dalam negeri, jangan asing-asing terus, ini jadi mereka sudah komit Bapak Presiden. Awalnya pengusaha-pengusaha ini, tidak mau pakai karena harganya katanya mahal, sekarang kita sudah bicara pengusaha-pengusaha terutama pertambangan,” ujarnya.

Adapun peluncuran B50 oleh Presiden Prabowo, juga dihadiri oleh sejumlah pengusaha diantaranya bos Alamtri Resources Indonesia Garibaldi Thohir atau Boy Thohir . Selanjutnya adalah bos Indika Energy Arsjad Rasjid.

Bahlil menjelaskan peluncuran B50 merupakan Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto yaitu kemandirian energi. Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, kehadiran B50 membuat Indonesia semakin berdaulat disektor energi.

“Hari ini kita tidak hanya meluncurkan B50, tapi kita juga mengambil satu langkah besar menuju Indonesia yang semakin berdaulat. Indonesia yang berdaulat di sektor energi sesuai dengan Asta Cita Bapak Presiden,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....