Kemenperin Pastikan Insiden PT MCCI Tidak Ganggu Pasokan PTA
- 04 Jun 2026 21:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenperin memastikan insiden di PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI) tidak mengganggu pasokan Purified Terephthalic Acid (PTA) nasional.
- Kemenperin terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penanganan insiden tersebut.
- Kemenperin telah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait.
RRI.CO.ID, Jakarta - Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief mengatakan Kemenperin terus melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penanganan insiden di PT Merak Chemical Indonesia (MCCI). Kemenperin memastikan kejadian tersebut tidak akan mengganggu pasokan Purified Terephthalic Acid (PTA) nasional untuk kebutuhan industri tekstil dalam negeri.
Kemenperin telah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan sesuai prosedur keselamatan industri. Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan koordinasi.
"Kementerian Perindustrian telah berkoordinasi secara intensif dengan manajemen perusahaan dan pihak terkait. Guna memastikan penanganan berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan industri," ujar Febri di Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut laporan perusahaan, insiden terjadi pada Senin, 25 Mei 2026 sekitar pukul 14.30 WIB di Pabrik 1 PT MCCI. Insiden terjadi pada pipa outlet reaktor PTA menuju fasilitas crystalizer.
Berdasarkan laporan awal, temperatur dan tekanan saat kejadian berada dalam kondisi normal. Namun, pipa mengalami pecah secara tiba-tiba sehingga operator segera menghentikan operasi melalui sistem emergency shutdown.
Insiden tersebut menyebabkan uap air membumbung tinggi dan ceceran material PTA di sekitar lokasi. Tim tanggap darurat perusahaan kemudian melakukan penanganan dan pembersihan area secara cepat.
Dua pekerja yang sedang melakukan patroli di area pabrik mengalami luka akibat insiden tersebut. Keduanya telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit dan berada dalam kondisi stabil.
Kemenperin menyebut hasil pemantauan awal perusahaan tidak menemukan kandungan gas berbahaya di udara sekitar lokasi. Kadar oksigen juga terpantau normal pada level 21 persen.
Perusahaan bersama pihak terkait masih melakukan penelusuran terhadap sumber bau yang sempat dilaporkan masyarakat. Pemantauan lingkungan terus dilakukan selama proses penanganan berlangsung.
Febri mengatakan pasokan PTA nasional tetap terjaga meskipun salah satu fasilitas produksi terdampak insiden. PT MCCI memiliki dua fasilitas produksi PTA dengan total kapasitas mencapai 700 ribu ton per tahun.
"Perusahaan telah menyampaikan rencana pengoperasian Pabrik 2 untuk menjaga kontinuitas pasokan PTA nasional. Dengan langkah tersebut, kebutuhan bahan baku industri tekstil domestik diharapkan tetap dapat terpenuhi," kata Febri.
Saat ini area insiden masih dalam proses investigasi dan telah dipasangi garis pengamanan oleh kepolisian. Fasilitas yang terdampak juga ditutup sementara selama proses investigasi dan evaluasi teknis berlangsung.
Perusahaan membuka posko kesehatan bagi masyarakat sekitar dan berkoordinasi dengan instansi terkait. PT MCCI juga akan membentuk tim investigasi internal bersama pihak terkait dan vendor pipa asal Jepang.
"Kami berharap proses investigasi dapat berjalan objektif dan menyeluruh sehingga akar penyebab kejadian dapat segera diketahui. Kementerian Perindustrian akan terus mendampingi perusahaan dalam upaya pemulihan operasional, sekaligus memastikan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, dan keberlangsungan industri tetap menjadi prioritas utama," ucap Febri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....