Menteri Ara Targetkan Akad Rusun Subsidi Meikarta Dimulai Tahun Ini

  • 22 Mei 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menargetkan proses akad rusun subsidi Meikarta dimulai pada tahun 2026
  • Sebanyak 141 ribu unit rusun subsidi dipersiapkan secara bertahap di kawasan Meikarta
  • Rusun subsidi tersebut ditujukan mendukung kebutuhan hunian pekerja di kawasan industri Bekasi

RRI.CO.ID, Jakarta – Pemerintah mulai merealisasikan pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menargetkan proses akad pembelian rusun mulai dilakukan pada tahun 2026.

Ia mengatakan proses akad menjadi tahapan awal masyarakat memesan dan membeli rumah susun subsidi di Meikarta tersebut. Menurutnya, dengan adanya rusun subsidi tersebut, sehingga dapat mendukung kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di kawasan industri.

“Karena kita berencana di tahun ini sudah dimulai ada akad. Akad itu artinya rakyat sudah bisa memesan, sudah bisa mulai membeli daripada rumah susun subsidi yang ada di Meikarta,” ucap Menteri Ara kepada awak media di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut Ara, perkembangan pembangunan di kawasan Meikarta telah menunjukkan kemajuan cukup signifikan. “Mungkin di bulan Juni ini, untuk melihat progresnya, sudah cukup banyak progresnya,” katanya.

Maruarar mengatakan total rumah susun subsidi yang dipersiapkan mencapai 141 ribu unit secara bertahap. Proyek tersebut berada di tiga lokasi dengan total lahan sekitar 30 hektare yang dihibahkan oleh Lippo Group.

Ia berharap keberadaan rusun subsidi tersebut diharapkan membantu masyarakat pekerja di kawasan industri sekitar Meikarta. Karena, menurutnya kebutuhan hunian layak bagi kalangan buruh masih cukup tinggi di wilayah tersebut.

“Nanti banyak sekali masyarakat yang mungkin bisa berbahagia memanfaatkan rumah susun subsidi di sana. Apalagi itu kawasan industri dan pasti banyak sekali buruhnya di sana,” ujar Ara.

Sebelumnya, salah satu proyek hunian terbesar ini telah dilakukan groundbreaking pada 8 Maret 2026 lalu. Pemerintah menargetkan pembangunan proyek ini dapat diselesaikan secara bertahap hingga Agustus 2028 mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....