Hadirkan Peluang Investasi, Wamenperin Perkuat Diplomasi dengan Rusia

  • 05 Mei 2026 14:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Forum bisnis Saint Petersburg dorong kemitraan strategis dan tindak lanjut investasi konkret.
  • Kolaborasi fokus pada industri berat, teknologi, dan penguatan rantai pasok global.
  • Wamenperin Faisol Riza perkuat diplomasi industri Indonesia-Rusia untuk buka peluang investasi manufaktur.

RRI.CO.ID, Saint Petersburg - Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza memperkuat kolaborasi industri antara Indonesia dan Federasi Rusia. Faisol menyebut penyelenggaraan forum bisnis di Saint Petersburg bertujuan untuk membuka peluang investasi baru bagi manufaktur.

Kegiatan ini merupakan langkah strategis menyambut partisipasi Indonesia sebagai negara mitra pada ajang INNOPROM 2026. Pemerintah berupaya meningkatkan daya saing industri nasional melalui perluasan jejaring ekonomi pada skala global yang lebih luas.

Langkah konkret ini diarahkan untuk menghasilkan kemitraan industri yang nyata serta tindak lanjut investasi yang produktif. Faisol menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar ajang komunikasi biasa bagi para pelaku usaha kedua negara.

Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia Alexey Gruzdev menegaskan komitmen Rusia untuk memperkuat hubungan ekonomi nasional. Ia menyoroti fondasi kerja sama jangka panjang antara Rusia dan Indonesia yang kini semakin tumbuh sangat kuat.

Forum diplomatik ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang mewakili unsur pemerintah dan juga swasta. Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Federasi Rusia turut memberikan pandangan mengenai penguatan investasi strategis.

Sejumlah perusahaan raksasa seperti PT PAL Indonesia dan Rosatom memaparkan profil bisnis serta berbagai peluang kolaborasi. PT Pupuk Indonesia dan UC Rusal juga menyoroti potensi kerja sama pada sektor manufaktur dan teknologi.

Rusia menawarkan keunggulan pada bidang industri berat serta rekayasa teknologi yang memiliki kapasitas riset sangat mumpuni. Sementara itu, Indonesia menyediakan potensi pasar domestik besar serta kawasan industri yang kompetitif bagi basis produksi.

Pemerintah terus mengakselerasi pengembangan industri berbasis hilirisasi guna mendukung transformasi ekosistem manufaktur yang lebih modern. Penguatan ketahanan industri dilakukan melalui pemanfaatan teknologi maju serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah.

Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) berperan aktif memperluas akses pasar luar negeri. Melalui inisiatif promosi internasional, Ditjen ini mendorong daya saing produk manufaktur lokal pada kancah global yang dinamis.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (Dirjen KPAII) Tri Supondy menyampaikan forum ini memperkuat fondasi kerja sama. Ia menilai antusiasme para pelaku usaha menunjukkan adanya potensi besar bagi pengembangan manufaktur secara bersama-sama.

Diversifikasi rantai pasok global menjadi salah satu isu utama yang dibahas oleh para pemangku kepentingan kedua negara. Kerja sama tersebut diharapkan mampu menciptakan kemitraan industri jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

“Kami meyakini bahwa kerja sama yang dibangun hari ini akan menjadi modal penting untuk menciptakan kemitraan industri jangka panjang yang saling menguntungkan. Serta memperkuat posisi Indonesia dan Rusia dalam ekosistem industri global,” ucap Tri dalam keterangan yang diterima RRI, Selasa, 5 Mei 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....