Kemenperin Perkuat Data Sektor Manufaktur Melalui Sosialisasi SIINas

  • 14 Mar 2026 12:19 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keberadaan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) berperan strategis mendukung perumusan kebijakan industri. Pemerintah berupaya memperoleh data industri yang akurat serta mutakhir melalui instrumen sistem informasi digital tersebut.

Agus menyatakan data yang kuat dapat membantu pemerintah merumuskan kebijakan secara lebih tepat sasaran. Ia menegaskan langkah ini penting untuk memperkuat daya saing serta menjaga keberlanjutan pertumbuhan manufaktur.

“Dengan data yang kuat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang tepat untuk memperkuat daya saing industri nasional. Selain itu, hal ini juga penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan sektor manufaktur,” ujar Agus di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Agus mengatakan partisipasi aktif para pelaku industri dalam pelaporan data memperkuat ekosistem nasional. Ia menambahkan himpunan informasi tersebut berguna untuk memetakan potensi pengembangan industri di setiap daerah.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari mengatakan sosialisasi pendaftaran SIINas bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan pelaporan data para pelaku industri. Ia menjelaskan integrasi informasi sangat penting guna mendukung transformasi industri nasional pada masa mendatang.

“BSKJI terus mendorong optimalisasi pemanfaatan SIINas sebagai basis data industri nasional. Kami berupaya memastikan bahwa pelaku industri di berbagai daerah memperoleh pendampingan yang memadai dalam proses pelaporan data industri,” ujar Emmy.

Emmy Suryandari menyatakan data industri yang terintegrasi memegang peranan krusial dalam penguatan rantai pasok nasional. Ia menyebut ketersediaan data tersebut memfasilitasi penyusunan kebijakan pengembangan industri berbasis wilayah secara lebih spesifik.

Kepala Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda Ransi Pasae mengatakan SIINas berfungsi sebagai pusat data dan informasi industri nasional terpadu. Ia menekankan perlunya pendampingan dari dinas terkait untuk mendorong partisipasi aktif pelaku usaha secara berkala.

“SIINas merupakan platform digital terintegrasi yang berfungsi sebagai pusat data dan informasi industri nasional. Untuk mendorong pelaku usaha berpartisipasi aktif dalam pelaporan data secara berkala, diperlukan pendampingan dari dinas terkait khususnya yang membidangi perindustrian,” ujar Ransi.

Ransi menyatakan keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi faktor penentu konsistensi pelaporan para pelaku industri. Ia berharap kolaborasi lintas sektor mampu menciptakan ketersediaan data industri yang lengkap dan juga akurat.

Sebanyak 39 peserta yang terdiri dari pengusaha serta perwakilan dinas mengikuti kegiatan sosialisasi secara daring. Unit pelaksana teknis memberikan edukasi mendalam mengenai prosedur pendaftaran sistem informasi industri nasional tersebut.

Tim Organisasi Tata Kerja dan Proses menghadirkan narasumber ahli untuk memberikan penjelasan teknis kepada peserta. Materi sosialisasi mencakup penguatan pemahaman terkait mekanisme pelaporan yang wajib dipenuhi oleh setiap perusahaan industri.

Kementerian Perindustrian berharap sinergi antara pelaku industri dengan pemerintah daerah dapat tercipta melalui kegiatan edukatif ini. Data industri yang terhimpun secara daring menjadi fondasi utama dalam mendukung pengembangan industri yang inklusif.

Sistem informasi ini memberikan kemudahan bagi pengusaha dalam menyampaikan laporan rutin kepada otoritas pembina industri. Pemerintah terus melakukan akselerasi integrasi data guna menciptakan iklim usaha yang lebih kompetitif di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....