Komisi C DPRD Makassar Dorong Solusi Adil PKL
- 12 Mar 2026 19:25 WIB
- Makassar
RRI. CO. ID, MAKASSAR : Ketua Komisi C DPRD Makassar, Aswar Rasmin, menanggapi rencana penertiban dan relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Kota Makassar. Ia menegaskan bahwa kebijakan penataan kota harus tetap memperhatikan nasib para pedagang agar tidak dirugikan.
Hal itu disampaikan Aswar Rasmin saat ditemui di kantor DPRD Makassar sementara, Kamis 12 Maret 2026. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil inisiatif untuk menunda sementara proses relokasi pedagang sebelum ada kejelasan lokasi pengganti.
Menurutnya, langkah cepat tersebut dilakukan setelah adanya aspirasi dari para pedagang yang meminta agar relokasi tidak dilakukan sebelum tempat baru benar-benar siap digunakan.
“Kami tadi langsung berinisiatif menghubungi kepala UPTD agar relokasi ini jangan dulu dilakukan. Alhamdulillah disepakati bahwa kemungkinan setelah Lebaran baru akan dikomunikasikan kembali,” ujar Aswar Rasmin.
Ia menambahkan, Komisi C DPRD Makassar juga berencana menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mencari solusi terbaik antara pemerintah kota dan para pedagang. Dalam proses tersebut, pihaknya juga mengingatkan masyarakat bahwa penataan kota merupakan kebutuhan bersama demi menciptakan lingkungan yang tertib dan nyaman.
Meski demikian, Aswar menegaskan bahwa kebijakan penertiban tidak boleh mengorbankan para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas berdagang di lokasi tersebut. “Penataan kota itu penting, tapi pedagang juga tidak boleh dikorbankan. Harus ada jalan tengah yang bisa menguntungkan semua pihak,” katanya.
Ia juga menilai, jika pemerintah ingin merelokasi pedagang, maka lokasi pengganti harus dipersiapkan dengan matang dan memiliki potensi ramai pengunjung. Menurutnya, banyak kasus relokasi yang akhirnya tidak berjalan baik karena lokasi baru sepi dan tidak ada upaya pemerintah untuk menghidupkan aktivitas ekonomi di tempat tersebut.
“Kalau mau direlokasi, tempatnya harus sudah ada dan pemerintah harus punya rekayasa agar lokasi baru itu ramai. Jangan sampai pedagang dipindahkan tapi akhirnya sepi pembeli,” jelasnya.
Aswar berharap pemerintah kota dapat menghadirkan solusi yang membuat penataan kota tetap berjalan, sekaligus memastikan para pedagang tetap bisa berusaha dan mempertahankan penghidupan mereka.