Sejarah Baru Rakerwil Kemenag Sulsel Dihelat di Pesantren

  • 08 Jan 2026 19:23 WIB
  •  Makassar

KBRN Makassar : Suara riuh rendah santri yang mengaji biasanya menjadi satu-satunya melodi di koridor Pondok Pesantren Al-Ikhlas Ujung, Bone. Namun, pemandangan berbeda tampak pada awal tahun 2026 ini. Deretan mobil dinas terparkir rapi, dan wajah-wajah pejabat dari seluruh penjuru Sulawesi Selatan tampak memadati aula pertemuan.

Sejarah baru tertoreh. Untuk pertama kalinya, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Selatan tidak digelar di dalam dinginnya ruang ballroom hotel berbintang, melainkan di dalam hangatnya pelukan dinding pesantren.

Nuansa pesantren begitu kental terasa. Para pejabat yang biasanya tampil formal dalam balutan jas, kini tampak lebih bersahaja. Interaksi antara birokrat dan santri menciptakan pemandangan kontras yang harmonis; sebuah perpaduan antara kebijakan negara dan kearifan lokal.

Dr. Muhammad Asriady, S.Hd.,M.Th.I. Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ikhlas mengatakan Penyelenggaraan Rakerwil Kemenag Sulsel merupakan sebuah kehormatan besar sekaligus tonggak sejarah, karena untuk pertama kalinya agenda berskala besar yang biasanya digelar di hotel berbintang kini dipercayakan kepada pondok pesantren Al-Ikhlas Ujung. 

Hal ini menjadi bentuk perhatian Kementerian Agama Propinsi Sulawesi Selatan atas kesiapan infrastruktur dan fasilitas pesantren yang mumpuni, yang juga mendapat apresiasi tinggi dari Menteri Agama sebagai langkah konkret dalam memperkuat peran strategis pondok pesantren dalam agenda nasional. "Ujar Asriady"

Kehadiran Menteri Agama beserta jajaran di lingkungan pondok membawa dampak positif yang signifikan. Asriady mengungkapkan dengan adanya program-program yang kini semakin menyentuh seluruh pesantren di Indonesia, Salah satu momen krusialnya adalah keterlibatan langsung para santri dalam peluncuran Aksi Eco-Pesantren, di mana mereka mendapatkan teladan nyata mengenai ekoteologi sebuah konsep untuk mengaplikasikan nilai-nilai iman melalui kepedulian lingkungan seperti aksi penanaman pohon.

Muhammad Asriady berharap Lebih dari sekadar seremonial, para santri juga dapat memetik pelajaran berharga tentang tata kelola organisasi melalui arahan menteri agama mengenai pentingnya kepemimpinan kolektif yang disatu sisi menjadi leader juga manajer atas sinergi dalam sebuah tim. Momentum yang dihadiri oleh 700 peserta dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan ini pun memberikan eksposur positif yang luar biasa, sehingga mampu memupuk rasa percaya diri santri akan kualitas institusi tempat mereka menempuh pendidikan, sekaligus menginspirasi mereka untuk tumbuh menjadi generasi santri pencerah di masa depan. 

Rekomendasi Berita