OJK Ajak Masyarakat Mengenal Pasar Modal Syariah

  • 05 Mar 2026 12:00 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Pemahaman masyarakat terhadap investasi berbasis syariah terus didorong melalui berbagai program edukasi, salah satunya dalam program Inflasi dan Investasi yang disiarkan oleh PRO1 RRI Makassar pada Rabu, 4 Maret 2026. Program yang dipandu oleh penyiar Risna Supratio tersebut menghadirkan Arief Machfoed, Kepala Direktorat Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi Perlindungan Konsumen dan Perizinan LJK OJK SulSelBar, sebagai narasumber untuk membahas tentang Pasar Modal Syariah.

Dalam dialog tersebut, Arief menjelaskan bahwa pasar modal syariah merupakan salah satu instrumen investasi yang dikelola berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam, bebas dari unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan maisir (spekulasi berlebihan). Ia menegaskan bahwa regulasi dan pengawasannya berada di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memastikan keamanan serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

“Pasar modal syariah bukan hanya untuk umat Muslim, tetapi terbuka untuk siapa saja yang ingin berinvestasi secara etis dan transparan. Prinsip dasarnya adalah keadilan dan kebermanfaatan,” ujar Arief dalam siaran tersebut. Ia menambahkan bahwa saat ini pilihan produknya semakin beragam, mulai dari saham syariah, sukuk, hingga reksa dana syariah.

Menurut Arief, perkembangan pasar modal syariah di Sulawesi Selatan dan wilayah Sulawesi Barat menunjukkan tren positif, terutama di kalangan generasi muda. Edukasi yang masif dan kemudahan akses digital dinilai menjadi faktor pendorong meningkatnya jumlah investor baru. “Sekarang membuka rekening efek syariah bisa dilakukan secara online. Ini memudahkan masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk mulai berinvestasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati dan memastikan legalitas produk sebelum berinvestasi. “Pastikan perusahaan dan produknya terdaftar serta diawasi OJK. Jangan mudah tergiur imbal hasil tinggi tanpa memahami risikonya. Investasi yang sehat adalah investasi yang sesuai profil risiko,” tegas Arief.

Melalui program Inflasi dan Investasi ini, ia berharap literasi keuangan masyarakat semakin meningkat, khususnya terkait pasar modal syariah. “Sekali lagi saya mengajak pendengar dan masyarakat dimanapun untuk tidak hanya menabung, tetapi juga mulai mau mempertimbangkan investasi atau berinvestasi yang aman dan sesuai prinsip yang diyakini, demi perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih baik,” tutupnya.

Rekomendasi Berita