Lima Dapur MBG Optimal Layani Papua Pegunungan

  • 01 Feb 2026 17:08 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Papua - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Papua Pegunungan telah beroperasi secara optimal. Keberadaan dapur MBG tersebut menjadi tulang punggung pemenuhan gizi anak-anak dan pelajar di wilayah pegunungan Papua.

Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan Wahyu Adi Pratama mengatakan seluruh dapur MBG yang beroperasi saat ini telah terdata dan aktif melayani masyarakat. "Dapur MBG yang telah beroperasi di Papua Pegunungan sebanyak lima,” kata Wahyu kepada wartawan, Minggu, 1 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dari lima dapur tersebut, empat berlokasi di Kabupaten Jayawijaya dan satu dapur berada di Kabupaten Yahukimo. Seluruh dapur tersebut dinilai berjalan dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan penerima manfaat program MBG.

Menurut Wahyu, dapur MBG di Kabupaten Yahukimo telah lebih dulu beroperasi sejak Januari 2025. Dapur tersebut dikelola oleh Yayasan Baliem Bakti Papua dan menjadi pelaksana awal program MBG di Papua Pegunungan.

“Dapur MBG di Kabupaten Yahukimo telah lebih dulu berjalan beberapa bulan,” ujarnya. Sementara itu, dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya mulai beroperasi setelahnya dan terus bertambah secara bertahap.

Ia menyebutkan, hingga kini program MBG di Kabupaten Yahukimo telah menjangkau 1.086 penerima manfaat. Penerima manfaat tersebut berasal dari 18 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

Wahyu menjelaskan, dapur MBG di Kabupaten Jayawijaya awalnya hanya berjumlah dua. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi tiga, dan saat ini telah beroperasi empat dapur MBG.

“Empat dapur pelayanan MBG dikelola oleh tiga organisasi,” katanya. Ketiga organisasi tersebut yakni Yayasan Kitong Bisa, Yayasan Yapis, dan Yayasan Baliem Bhakti Papua.

Setiap dapur, lanjut Wahyu, mengelola sekitar 3.500 hingga 4.000 paket MBG setiap hari. Ia menambahkan, pihaknya terus membangun koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah daerah.

Baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dilibatkan agar keberlanjutan program MBG tetap terjaga. "Kami berharap dapur MBG tidak hanya lima dan tidak hanya di dua kabupaten," ujarnya.

Ke depan, BGN menargetkan penambahan dapur MBG di enam kabupaten lain di Papua Pegunungan. Wahyu menegaskan, perluasan layanan ini penting agar pemenuhan gizi dapat menjangkau lebih banyak generasi muda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....