Manajemen Program MBG Penting dalam Kebijakan Pangan Nasional

  • 05 Des 2025 15:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Guru Besar Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia Prof. Hanief Saha Ghafur mengatakan, program MBG memiliki fondasi manajerial yang kuat. Menurutnya, kerangka program MBG selaras dengan agenda SDGs dan arah pembangunan nasional.

Ia mengatakan, Presiden Prabowo Subianto ingin memastikan kebijakan gizi benar-benar menyentuh masyarakat akar rumput. “Agenda PBB dirangkum menjadi aksi nyata pemerintah,” kata Hanief dalam dialog Pro3 RRI, Rabu (19/11/2025).

Ia mengatakan, penguatan pangan kini dilakukan dari hulu hingga hilir secara simultan. Menurutnya, pembangunan pertanian sudah dirancang sejak masa presiden sebelumnya.

Namun ia menilai percepatan saat ini melampaui capaian periode terdahulu. “Presiden Prabowo bergerak sejak awal dilantik,” katanya.

Langkah cepat ini membuat konsolidasi pangan lebih terarah dan terukur. Ia menekankan program MBG menjadi prioritas anggaran pemerintah.

Besarnya alokasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi sistem manajerial nasional. “Ini soal kesiapan BGN mengelola dana besar,” ujarnya.

Ia menilai kesiapan organisasi harus diimbangi sistem yang efisien dan transparan. Pertumbuhan koordinasi dari Sabang sampai Merauke dinilai menunjukkan respons cepat.

Kolaborasi lintas wilayah menjadi kunci keberhasilan distribusi. Ia mengatakan, percepatan ini mendapat dukungan luas masyarakat sehingga membantu efektivitas implementasi lapangan.

Menurutnya, penguatan manajerial daerah sangat menentukan keberlanjutan program. Daerah harus mampu mendukung aspek pendanaan dan efektivitas operasional.

Ia menegaskan dampak ekonomi MBG bergantung pada tata kelola yang disiplin. “Kita butuh manajemen yang kuat agar manfaatnya maksimal,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....