Kebersihan Jadi Resep Utama Dapur SPPG Laladon

  • 02 Okt 2025 19:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Bogor: Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Laladon, Kabupaten Bogor menerapkan standar operasional prosedur (SOP) ketat dalam setiap aktivitas penyajian makanan bergizi gratis (MBG). Para staf dan relawan wajib memakai sandal khusus, pelindung kepala, serta masker demi menjamin kebersihan proses produksi.

SOP juga mengatur jadwal masuk bahan pangan segar setiap pukul dua siang dari UMKM lokal. Semua bahan kemudian dipilah, ditimbang, dan disiapkan sebelum proses distribusi yang berlangsung pukul tujuh pagi.

Kepala SPPG Laladon, Mutiara Rengganis, menegaskan program ini berjalan disiplin agar kualitas tetap terjaga. “Kalau untuk kebersihan itu kita semua tim itu setelah beres itu semuanya harus membersihkan,” kata Mutiara saat ditemui RRI, Kamis (2/10/2025).

Ia menyebut SPPG ini mendistribusikan makanan ke sepuluh sekolah, posyandu, dan kawasan Kecamatan Ciomas hingga Kelurahan Padasuka. Semua bahan dipasok oleh sembilan UMKM sekitar, ditambah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta Koperasi Desa (Kopdes) Dramaga.

Ia menjelaskan SOP kebersihan dilakukan rutin, mulai menyapu, mengepel, hingga pembersihan disinfektan setelah setiap kegiatan produksi. Mutiara menambahkan ada pula general cleaning bersama vendor setiap dua hingga tiga minggu sekali. 

Ia menegaskan bahan yang tidak sesuai spesifikasi akan dikembalikan ke vendor sebelum pukul delapan malam. “Kalau misalnya ada bahan-bahan yang tidak sesuai spesifikasi, langsung kita kembalikan ke vendor,” ujarnya. 

Semua bahan pangan yang digunakan dipastikan berstandar grade A, termasuk ayam, ikan, beras, dan buah segar. SPPG Laladon kini juga menunggu sertifikat Laik Higiene Sanitasi dari Dinas Kesehatan. 

Proses pengajuan telah selesai, dan mereka hanya menunggu terbit tanpa kendala berarti dari dinas setempat. Di ruang pemorsian, 11 petugas bekerja membagi makanan sesuai kategori penerima. 

“Kalau misalnya SD itu kan lebih sedikit gitu. Nah, ada juga TK yang nasinya dicetak dengan bentuk-bentuk lucu,” kata salah satu petugas pemorsian SPPG Laladon, Vina Febrianti.

Kepala dapur SPPG Laladon, Dedi Junaedi, memastikan proses memasak berjalan cepat namun tetap disiplin. “Kalau proses masaknya, cuma setengah jam juga udah selesai,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, disiplin menjadi kunci utama agar rasa dan keamanan makanan tetap konsisten. Ia bersama tiga cook helper bekerja dalam satu shift untuk memastikan menu selesai tepat waktu.

Dengan SOP ketat dan pengawasan berlapis, SPPG Laladon tidak hanya menyajikan makanan bergizi. Dapur ini juga menegakkan budaya kebersihan dan keamanan pangan yang memberi rasa percaya bagi penerima MBG.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....