Program B3 Gantikan MBG Saat Libur Sekolah

  • 20 Jun 2025 16:25 WIB
  •  Pekanbaru

KBRN Pekanbaru: Menyikapi libur sekolah tahun ini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Riau digantikan dengan program baru bernama B3 (Busui, Ibu Hamil, dan Balita). Program ini akan dimulai pada Senin, 23 Juni 2025, dengan sasaran prioritas keluarga dari kalangan menengah ke bawah di wilayah Kota Pekanbaru.

Wakil Kepala Regional Badan Gizi Nasional Riau, Larisa Jusifani, mengungkapkan bahwa program B3 merupakan inisiatif baru yang akan diterapkan pertama kali di Riau pada periode ini. Fokus utamanya adalah pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui (busui), dan balita melalui pemberian makanan yang sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing penerima manfaat.

"Program ini tidak lagi menggunakan sistem makanan masak siap santap seperti MBG sebelumnya, melainkan berbasis pada makanan bayi siap saji dan susu khusus untuk ibu hamil dan busui," ungkap Larisa, Jumat (20/6/2025).

Menurutnya, pendekatan ini lebih aman dan tepat sasaran. "Khawatirnya, makanan yang dimasak massal belum tentu cocok untuk tubuh balita atau ibu hamil, bisa saja ada alergi atau gangguan pencernaan. Karena itu kami pilih opsi makanan dan minuman khusus," ungkapnya.

Dengan anggaran yang sama, masing-masing ibu hamil dan busui akan menerima manfaat senilai Rp15 ribu per hari, sementara balita mendapatkan Rp13 ribu per hari. Program ini akan dijalankan di 8 Sentra Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) yang telah dipetakan melalui posyandu di masing-masing kecamatan di Kota Pekanbaru.

Nantinya, kader posyandu akan menjadi ujung tombak pelaksanaan program, mulai dari pendataan hingga distribusi makanan dan susu kepada sasaran.

Larisa menyebut, program B3 ini diharapkan menjadi intervensi gizi yang efektif di masa jeda sekolah, sekaligus mengisi kekosongan layanan MBG dengan pendekatan lebih personal dan sensitif terhadap kebutuhan ibu dan anak.

"Kami harap langkah ini bisa mendukung penurunan stunting, menjaga kesehatan ibu hamil dan busui, serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi sejak dini," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....