Tiket Habis Terjual, Grup Terakhir Festival Reog Sedot Antusiasme Penonton

  • 05 Jul 2024 13:02 WIB
  •  Madiun

KBRN, Ponorogo: Perhelatan Festival Nasional Reog Ponorogo ke-29 memasuki hari terakhir, Jumat (5/7/2024). Tiket untuk beberapa kelas sudah habis terjual.

Apalagi penampilan di grup terakhir cukup dinanti karena ada beberapa peserta andalan di antaranya grup reog dari Universitas Brawijaya Malang yang sudah langganan juara, atau bisa dibilang sebagai grup neraka.

Yang tersisa saat ini hanya tiket bundling kaos dengan harga Rp110 ribu.

“Hari terakhir memang ada grup favorit juara, yakni Reog Brawijaya Malang, yang sudah memiliki empat gelar juara,” kata Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi.

Group terakhir Festifal Nasional Reog Ponorogo XXIX (foto:IGDisbudparpora)

Grup Reog yang tampil pada Jumat, 5 Juli 2024 atau group keempata adalahs ebagai berikut:

1. Joyo Negoro dari Eks PB Arjowinangun

2. Bantarangin dari Komunitas Reog Ponorogo Jakarta

3. Gajah Manggala dari SMAN 1 Ponorogo

4. Reyog Brawijaya dari Universitas Brawijaya

5. Reyog Lumajang dari Pawargo Lumajang

6. Pawargo Berau dari Kalimantan Timur

7. Iro Manggolo dari Eks PB Pulung

8. Reog Batam Madani dari Pawargo Batam

9. Binorogo dari Putro Sawunggaling


Judha mengatakan FNRP adalah magnet di Grebeg Suro 2024. Saat ini ada 37 peserta dengan rincian 17 peserta berasal dari Kabupaten Ponorogo, sementara 20 lainnya datang dari luar daerah.

Lebih lanjut, Judha menyampaikan ketika Reog Ponorogo benar-benar masuk menjadi sebagai warisan budaya tak benda di UNESCO maka animo masyarakat akan lebih cepat.

Dia tidak menampik bakal ada peserta dari luar negeri pada tahun 2025, terutama Malaysia yang sudah menggelar festival Reog.

“Kita semakin kompak nguri-nguri Reog Ponorogo,” jelas Judha Slamet.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, para peserta FNRP harus mengikuti pakem yang sudah ada di Buku Panduan Dasar Pertunjukan Reog Ponorogo. Tapi para peserta bisa mengembangkan disisi, musik, tata busana, garap tari maupun koreografi.

“Tadi sudah disampaikan kepada peserta terkait semua tata tertib FNRP,” tandasnya.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....