Semarak Gelar Budaya RRI Madiun: dari Pesona Tari hingga Dongeng Mbah Barkah

  • 27 Jun 2026 11:33 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Halaman Kantor LPP RRI Madiun disulap menjadi panggung budaya penuh kreatifitas pada Sabtu 27 Juni 2026. Ratusan pasang mata penonton dimanjakan oleh berbagai pertunjukan di panggung kreasi seni dan dongeng pada "Gelar Budaya RRI Madiun 2026". Acara ini sukses mempertemukan keberagaman kreasi seni dalam satu panggung terbuka. Mulai dari Gembrung Kajaran, tari tradisional kontemporer lintas pulau hingga pertunjukan tutur sastra lisan (dongeng) yang sarat akan pesan moral.

Salah satu penampilan tari kreasi Kalimantan dibawakan secara apik oleh penari berbakat, Margaretha. Tarian yang sarat akan makna filosofis mendalam ini sukses membawakan nuansa eksotisme tanah Borneo langsung ke hadapan masyarakat Kota Madiun. Tari yang dibawakan menggambarkan cita-cita yang tinggi.

"Tari kreasi ini menceritakan bahwa kita sebagai generasi muda harus memiliki keberanian dan juga kebebasan untuk mencapai cita-cita kita setinggi-tingginya, seperti burung enggang tadi." “kata Margaretha

Penampil lain diantaranya dari U2 Java Studio yang menampilkan Tari Punjari, Tari Gendewo dan Tari Sekar Pudyastuti. Seorang Penari Sekar Pudyastuti, Elif juga menyedot perhatian penonton halaman RRI Madiun. Tarian klasik yang dibawakan dengan penuh keanggunan ini berhasil menghadirkan nuansa budaya yang kental sekaligus menghibur para pengunjung yang hadir.

“Gerakannya kombinasi selendang dan tangan. Yang paling sulit itu kayak belajar tangannya nyempurit “kata Elif

Tidak hanya visual lewat tarian, panggung Gelar Budaya juga bergemuruh lewat suara khas Mbah Barkah, pendongeng legendaris yang mengemas cerita rakyat dengan jenaka namun penuh wejangan hidup (pitutur luhur). Melalui kisah kepahlawanan Gatotkaca, Mbah Barkah menitipkan pesan filosofis dan pitutur luhur yang mendalam bagi masa depan anak-anak generasi masa kini.

“Anak-anak, jadilah seperti Gatotkaca. Dengan proses, disimbolkan ketika kecil kamu berwujud raksasa—artinya bocah itu masih semau gue sendiri (sak karepe dewe). Terus digembleng di Kawah Candradimuka. Kawah Candradimuka itu tempat pelatihan untuk mencari pengalaman. Kalau masih anak-anak ya di sekolahan, digembleng di sekolahan, digembleng di lingkungan sosial. Agar apa? Agar bisa tumbuh menjadi seorang Gatotkaca yang memberantas Kala Pracona, seorang raksasa yang jahat dan murka “kata Mbah Barkah

Diketahui, Gelar Budaya RRI Madiun juga diramaikan oleh puluhan UMKM dengan berbagai produknya. Tidak hanya itu, ada juga pemeran puluhan benda pusaka dan ratusan batu mulia yang juga menyedot perhatian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....