Bukan Sekedar Kulineran, Kenali Apa Itu Pariwisata Gastronomi?
- 01 Jan 2026 05:51 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Pernah mendengar kata Gastronomi? Sering kali dijumpai jika kita mengikuti agenda pariwisata. Lantas apa itu sebenarnya pariwisata gastronomi ?
Berasal dari Bahasa Yunani kuno, gastronomi terdiri dari kata gaster yang berarti “perut” dan nomos yang bermakna “aturan” atau “hukum”.
Melansir dari laman resmi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, bahwa secara harfiah, gastronomi dapat diartikan sebagai seni atau aturan yang mengatur tentang perut.Merujuk pada KBBI sendiri, gastronomi dijelaskan sebagai seni menyiapkan hidangan yang lezat.
Berjalannya waktu, pengertiannya berkembang lebih luas dan seringkali dinilai berkaitan erat dengan seni, filsafat, aspek sosial, budaya, hingga antropologi makanan. Hemat katanya, Gastronomi juga merupakan kebiasaan makan dari suatu daerah yang sangat berhubungan terhadap budaya masyarakat setempatnya.
Wisata gastronomi juga merupakan perjalanan wisata ke suatu daerah yang menjadikan makanan sebagai tujuan utama rekreasi. Bedanya dengan wisata kuliner biasa, wisata gastronomi lebih menekankan pada pengalaman untuk memahami sejarah asal-usul, seni penyajian, hingga kisah yang melatarbelakangi suatu hidangan. Hal ini menurut Menurut UNWTO, United Nations World Tourism Organization atau yang berganti nama menjadi UN Tourism.
UN Tourism sendiri berada di bawah PBB serta merupakan badan PBB yang mengatur pariwisata global. Potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia di berbagai penjuru daerah di Indonesia, tentu memiliki historis dan nilai budaya yang sangat beragam dari setiap hidangan khas yang tersaji. Tentu ini menjadi peluang besar kedepannya, terlebih trend wisata saat ini juga banyak digemari oleh para wisatawan agar bisa mendapatkan pengalaman langsung dan pengenalan mendalam.
Kemenpar RI menyebut jika sejarah gastronomi Nusantara sangat panjang, bukan sekadar tren masa kini. RA Kartini, yang mengoleksi lebih dari 200 resep masakan khas keluarganya., menjadi contoh nyata bahwa gastronomi itu sendiri sudah ada sejak zaman tokoh emansipasi wanita,
Selain itu, buku Mustika Rasa yang memuat 1.685 resep, lengkap dengan informasi bahan pangan, cara penanganan, hingga teknik pengolahannya menjadi berbagai hidangan khas Indonesia, diterbitkan oleh Presiden Soekarno kala itu tahun 1967. Kayanya ragam hidangan tradisional Nusantara yang menyimpan banyak kisah, tentu semakin mendukung tren wisata gastronomi untuk semakin berkembang kedepannya sehingga terjaga juga warisan kuliner tradisional nenek moyang kita.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....