Mengenal Lebih Dalam Tren Wisata 2026, Berikut Penjelasannya!

  • 31 Des 2025 21:57 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Hasil pemetaan terkait tren wisata Indonesia tahun 2026 oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI bersama para ahli dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 menunjukkan keselarasan terhadap apa yang menjadi tren pariwisata secara global. Hal ini seperti tertulis pada laman resmi Kemenpar RI, bahwa wisatawan nusantara dan maupun mancanegara mempunyai kecenderungan yang sama akan jenis wisata namun hanya berbeda soal urutan secara prioritas.

Terdapat 6 tren pariwisata yang populer pada segmen wisataman meliputi Cultural Immersion, Eco-Friendly Tourism, Nature and Adventure-Based Tourism, Culinary and Gastronomy Tourism, Wellness Tourism, dan Bleisure. Seperti apa tren pariwisata dari masing- masing jenis tadi? Berikut penjelasannya melansir dari laman Kemenpar RI.

1. Cultural Immersion (Pendalaman Budaya)

Wisatawan sekarang ini tidak hanya sekedar berkunjung ke suatu destinasi populer lalu melihat- lihat saja. Pergeseran pola aktivitas selama berwisata terjadi dimana wisatawan ingin mendapat pengalaman secara langsung dengan merasakan kehidupan lokal tersebut. Kebiasaan sehari- hari masyarakat lokal, tradisi maupun budaya ingin dirasakan lewat partisipasi wisatawan secara nyata dan aktif.

Seperti halnya wisatawan bisa mengikuti upacara adat, belajar memasak makanan tradisional,bahkan dalam kurun waktu tertentu tinggal bersama masyarakat lokal. Minat terhadap cultural immersion mencerminkan pergeseran dari eksplorasi destinasi populer menuju pencarian makna dan koneksi. Tren partisipasi dengan masyarakat dan budaya lokal diminati oleh semua kalangan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Saat ini juga banyak pengembangan paket wisata berbasis budaya di berbagai daerah di Indonesia. Paket tersebut biasanya menawarkan homestay, aktivitas harian, dan belajar filosofi hidup masyarakat setempat.

2. Eco-Friendly Tourism (pariwisata ramah lingkungan)

Kekayaan alam dan keanekaragaman hayati yang ada di Indonesia mendorong terus adanya eco-friendly tourism atau tren pariwisata ramah lingkungan Pariwisata yang ramah lingkungan ini berfokus pada ketersediaan fasilitas serta aktivitas yang ramah lingkungan.

Dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 seperti tertulis pada laman resmi Kemenpar RI, tren wisata satu ini cenderung mengajak wisatawan untuk memilih akomodasi bersertifikat lingkungan, destinasi dengan pengelolaan sampah terpadu, serta kebijakan tegas pengurangan plastik sekali pakai. Sedangkan dari aspek aktivitas meliputi penawaran akan pengalaman langsung dalam konservasi dan pemulihan ekosistem, mulai dari wisata tanam pohon, pemantauan satwa liar, hingga program restorasi terumbu karang.

3. Nature and Adventure-Based Tourism (Pariwisata berbasis alam dan petualangan)

Mengenal alam lebih dekat melalui beragam aktivitas yang unik dan lebih khusus, mengingat kekayaan alam Indonesia yang sangat mendukung sektor wisata Indonesia pada waktu mendatang. Aktivitas yang biasa dilakukan dalam tren wisata Nature and Adventure Based Tourism ini diantaranya niche adventure seperti mendaki gunung api aktif (geotourism), susur gua (caving), dan eksplorasi alam bawah laut (scuba diving), termasuk dengan menikmati tinggal di tengah laut (live on board) akan terus berkembang serta bervariasi bentuknya. Bahkan melansir dari laporan Skyscanner terbaru yang menyebutkan, 71% wisatawan global sedang mempertimbangkan atau merencanakan liburan ke kawasan pegunungan pada musim panas atau gugur 2026.

4. Culinary and Gastronomy Tourism (Wisata Kuliner dan Gastronomi)

Kita tahu bahwa makanan menjadi alasan terbesar dan terpenting wisatawan untuk menentukan destinasi wisata. Kuliner tentu menjadi daya tarik tersendiri. Kecenderungan wisatawan domestik adalah memilih destinasi yang menawarkan pengalaman kuliner autentik seperti festival makanan tradisional, kelas memasak, dan farm-to-table di desa wisata. Sementara wisatawan mancanegara sangat suka mengeksplorasi akan cerita di balik sebuah hidangan yang tersaji. Makanan diibaratkan sebagai medium untuk merasakan keaslian sebuah destinasi wisata. Prediksi dari tren wisata ini akan terus digemari. Selain merasakan cita rasa yang asli, wisatawan dapat mengikuti proses produksi sebuah makanan bahkan dimulai dari kebun hingga tersaji di meja makan. Proses menanam, memanen, memasak, dan makan bersama dapat dirasakan langsung oleh wisatawan.

5. Wellness Tourism (Wisata Kebugaran)

Aktivitas wisata dalam wellness tourism bukan hanya sebagai pelarian, namun sebagai ruang pemulihan dan refleksi. Wellness tourism mengedepankan peningkatan fisik, mental, dan spiritual secara holistik. Tren ini semakin digemari karena banyak wisatawan yang saat ini ini hidup dalam keseimbangan dan kesadaran diri.Sejumlah tempat wisata saat ini banyak menawarkan ragam paket wellness tourism yang mencakup perawatan spa tradisional, yoga, meditasi, dan terapi aromaterapi yang holistik. Bahkan ada juga yang menambahkan wisata edukasi di dalamnya

6. Bleisure (Business and Leisure)

Tren wisata ini merupakan gabungan perjalanan bisnis dengan rekreasi. Berbagai literatur menunjukkan pelaku perjalanan bisnis cenderung memperpanjang masa tinggal untuk mengulik lebih dalam destinasi wisata di sekitarnya.

Perkembangan bleisure juga seiring dengan keberadaan ekosistem MICE, nomadic work-life travel, dan wisata urban. Selain itu adanya peningkatan awareness masyarakat terhadap keseimbangan antara produktivitas dan kehidupan (work-life balance), memberikan ruang bagi berkembangnya tren bleisure di Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....