Intip Tren Pariwisata Indonesia 2026

  • 31 Des 2025 15:06 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Pemetaan tren pariwisata Indonesia tahun 2026 sudah dianalisis dengan beragam langkah yang komprehensif dan bersusun. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui laman resminya mengungkapkan terkait berbagai upaya yang dilakukan mulai dari pengumpulan temuan, pengembangan ide dari 3 sumber utama.

“Proses ini dimulai dengan pengumpulan temuan perubahan dan elaborasi dari tiga sumber utama: tinjauan literatur yang relevan, Expert Survey (pengamatan para ahli), serta diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion). Setiap sinyal perubahan baik positif maupun negatif, dipertimbangkan secara objektif untuk memastikan analisis yang tidak bias,” Ungkap Kemenpar RI seperti yang ditulis pada laman resminya.

Hasil pemetaan yang komprehensif tadi menunjukkan bahwa wisatawan baik segmen dalam negeri maupun mancanegara mempunyai kecenderungan yang sama akan jenis wisata hanya berbeda soal urutan secara prioritas. Setidaknya ada 6 tren pariwisata yang favorit di kedua segmen adalah Cultural Immersion, Eco-Friendly Tourism, Nature and Adventure-Based Tourism, Culinary and Gastronomy Tourism, Wellness Tourism, dan Bleisure.

Dari 6 trend yang muncul tadi sudah pasti menggambarkan terkait pencarian makna, keterhubungan berbagai budaya, serta kepedulian terhadap sesuatu yang keberlanjutan. Wisatawan dalam negeri sendiri lebih mengutamakan Culinary and Gastronomy Tourism serta Cultural Immersion.

Hal tersebut memberikan arah orientasi pada relaksasi, eksplorasi rasa, serta kenyamanan di dalam negeri sendiri. Namun keduanya tadi mempunyai tujuan akan eksplorasi dan merasakan pengalaman secara langsung.

Secara global pun, terjadi pergeseran tren pariwisata, seperti pengalaman yang nyata dan asli, sistem wisata berkelanjutan, maupun pemanfaatan teknologi. Perkembangan pariwisata yang banyak digemari Generasi Milenial dan Gen Z saat ini sebagai wisatawan digital-native pun mendorong lahirnya model wisata baru seperti eco-tourism, wellness tourism, sport tourism, dan Meeting Incentive Convention and Exhibition (MICE) bahkan teknologi seperti AI (Artificial Intelligence), IoT (Internet of Things), dan AR/VR (Augmented Reality/Virtual Reality) juga berkontribusi sebagai lokomotif dalam menciptakan perjalanan yang personal, efisien, dan imersif, sekaligus menempatkan wisatawan sebagai pusat ekosistem digital pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....