Begini Sensasi Minum Teh Sambil ‘Nyokot’ Gula Merah

  • 20 Jul 2025 15:56 WIB
  •  Madiun

KBRN, Ngawi : Ada yang unik dari geliat wisata di Desa Girikerto, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi. Tak hanya menyuguhkan keindahan alam sumber Koso yang sejuk dan alami, desa ini kini juga menghadirkan atraksi budaya yang melibatkan para ibu muda atau mahmud (mamah muda) dalam satu paket wisata mini tour.

Para ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok UMKM Dukuh Dodokan tersebut menjadi pemandu sekaligus pelaku utama dalam pembuatan teh ndeso, minuman khas yang disajikan dengan cara tradisional. Mereka menunjukkan secara langsung proses pengolahan teh yang masih dilakukan secara manual, mulai dari pemetikan pucuk daun teh hingga penyajian di gelas tanah liat.

“Teh ndeso ini cara pengolahannya secara manual. Daun teh yang digunakan yang bagian pucuk, kalau daun yang lebih tua rasa tehnya akan berbeda. Semakin muda akan lebih pahit,” ujar Bu Nunik, salah satu anggota UMKM Dukuh Dodokan.

Tidak hanya pengolahan yang otentik, cara menikmati teh ini juga mengundang rasa penasaran. Teh diseruput sambil menggigit atau nyokot gula merah, yang disebut warga sekitar sebagai teh cokot. Perpaduan rasa pahit dari teh dan manisnya gula merah menciptakan sensasi unik yang jarang ditemui.

Rombongan pelajar dari MAN 4 Ngawi yang mengikuti tur tersebut mengaku terkesan dengan pengalaman baru ini. Anti, salah satu peserta tur, menyebut rasa teh ndeso ini belum pernah ia rasakan sebelumnya.

“Untuk tehnya ya rasa baru ya, belum pernah mencoba hal seperti ini sebelumnya. Gula merah yang digigit ini memberi sensasi yang unik,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Atik. Menurutnya, aroma teh yang sangit (seperti gosong) justru menjadi ciri khas yang membekas di lidah.

“Aromanya sangit khas ya karena prosesnya. Rasanya pahit, manisnya dari gula merah, campur jadi satu di mulut,” ujar Atik.

Keterlibatan kelompok UMKM dalam atraksi wisata ini menjadi bagian dari upaya desa Girikerto untuk mengembangkan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. Tak hanya memperkenalkan kearifan lokal, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga, terutama kaum ibu, untuk terlibat aktif dalam sektor pariwisata desa.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....