Wisata Replika Tempat Ibadah Lima Agama di Momen Hari Kartini

  • 21 Apr 2025 15:01 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Momentum Hari Kartini, sejumlah sekolah mengajarkan anak didiknya tentang makna hari kartini. Disisi lain ada juga, sekolah yang mengajarkan toleransi dan mengenalkan macam-macam tempat ibadah.

Pengelola Wisata Lima Tempat Ibadah Ali Muslim menjelaskan lima tempat ibadah sengaja dibangun sebagai bentuk nyata untuk mengajarkan tentang toleransi dan kerukunan. Pada memontum, Hari Kartini kal ini, wisata lima tempat ibadah juga mendapat kunjungan.

“Apa lagi ini momen Hari Kartini, pokok kalau ada kegiatan anak sekolah dan hari libur, kalau hari peringatan tertentu biasanya ramai. Indahnya disini tidak membeda-bedakan. Kadang-kadang ada sekolah dari keluarga Kristen menggelar tikar di depan makam (muslim), asyiknya disitu.“kata Ali, Senin(21/4/2025)

Ali menjelaskan tidak hanya untuk wisata mengenal tempat ibadah lima agama. Pengelola juga sering mendapat kunjungan untuk penelitian maupun percontohan simbol toleransi beragama.

Kepala Sekolah TK Klecorejo Yasmini menyampaikan momentum Hari Kartini, anak-anak diwajibkan menggunakan pakaian tradisional. Misal kebaya bagi peempuan dan lurik bagi laki-laki. Selain itu, melalui kurikulum merdeka belajar, siswa siswi juga diajarkan menganal toleransi dan tempat ibadah berbagai agama.

“Seperti umat kristen di gereja, seperti ini bentuk gereja, terus umat budah di Vihara. Tauny aanak-anak masjid, untuk yang tempat lainnya tidak tahu. Jadi dengan kita ajak kesini tahu replika tempat ibadah untuk anak-anak TK. Ini juga mengajarkan toleransi untuk sesame terutama teman-teman non muslim“kata Yasmini, Senin(21/4/2025)

Diketahui, wisata tempat ibadah lima agama berada di Bulakrejo Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun. Replika bangunan tempat ibadah lima agama meliputi agama Islam, Kristen, Hindu, Budha dan Kongucu.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....