Ajib! Pancaran Warna dalam "Goa GONG" Pacitan

  • 24 Feb 2025 11:46 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Goa Gong, yang ditemukan pertama kali tahun 1924 terletak di Kabupaten Pacitan, sangat terkenal dengan keunikan formasi batuan stalaktit dan stalagmit yang menggantung di langit-langit dan tersusun rapi di dalam goa, setelah diresmikan pada 27, agustus 1999 oleh kepala desa suratmi, gua gong menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancanegara.

Goa Gong terletak sekitar 30 menit perjalanan dari pusat kota Pacitan. Nama "Gong" diambil karena salah satu stalaktit di dalam gua ini dapat mengeluarkan suara menyerupai gong ketika dipukul. Fenomena alam ini menjadi daya tarik bagi pengunjung. Dengan keindahan formasi batuan, suasana pencahayaan warna-warni juga terpasang di sepanjang jalur gua. Pencahayaan membuat bentuk dan tekstur stalaktit dan stalagmit terlihat mempesona.

Salah satu pengunjung, Agus, yang datang bersama rombongan wisatawan Sukoharjo, Solo, mengungkapkan pengalamannya berkunjung ke Goa Gong. agus berkunjung sebanyak enam kali, pertama kali berkunjung sebelum diresmikan sebagai tempat wisata pada tahun 1992.

"Sudah enam kali saya berkunjung ke sini, dan rasanya sudah biasa. Saya pertama kali datang saat Goa Gong baru dibuka sekitar tahun 1992-1993, waktu itu saya masih SMP," ujar Agus. (24/2/2025).

Ia menceritakan bahwa saat pertama kali datang, kondisi Goa Gong belum seperti sekarang. "Dulu belum sampai ke bagian bawah, hanya bisa sampai bagian tengah saja. Goa ini kan selalu berubah, waktu itu masih banyak tanahnya dan masih dalam tahap penggalian. Sekarang sudah jadi tempat wisata yang bersih, kalau dulu jalannya susah dan belum ada lampu penerangan," kenangnya.

Dulu, untuk mencapai lokasi gua harus mengandalkan petunjuk jalan dari masyarakat setempat. "Waktu itu kalau masuk harus sampai jongkok, anak kecil tidak boleh masuk. Awalnya tidak diperbolehkan turun ke bagian bawah, tapi lama-kelamaan dibangun tangga sehingga sekarang bisa sampai ke bawah dengan nyaman," jelasnya.

Menurut Agus, Goa Gong merupakan gua terakhir yang ditemukan di kawasan tersebut. "Setahu saya, awalnya orang-orang di sini mencari batu akik. Pacitan kan memang dikenal sebagai pusat batu akik. Waktu itu mereka masuk ke gua dan ternyata luas, lalu dieksplorasi lebih lanjut sampai akhirnya menjadi tempat wisata seperti sekarang ini," paparnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....