Empat Bekal yang Perlu Disiapkan Menyambut Ramadan
- 06 Feb 2026 08:50 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Bulan Ramadan menjadi bulan yang istimewa karena selain perintah Allah SWT untuk umat Islam menjalankan puasa selama 1 bulan penuh, juga terdapat banyak ampunan dan rahmat. Tentu, persiapan fisik dan rohani penting dilakukan agar dalam menjalankan ibadah baik wajib dan sunah dengan optimal untuk meraih kebaikan.
Ustaz Amir Abdullah, M.Pd., menjelaskan bahwa terdapat 4 hal yang perlu dipersiapkan untuk menyambut bulan suci Ramadan. “Tentu perlu dipersiapkan hal- hal atau bekal- bekal untuk memperkuat, menambah semangat dan motivasi untuk menyambut dan menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan,” ungkap Ustaz Amir kepada RRI Madiun.
Keempat bekal tersebut dijelaskan oleh Ustaz Amir yang juga merupakan Ketua Yayasan Darul Madinah Kota Madiun meliputi berdoa, muhasabah diri, pembiasaan di bulan Syakban, serta mencari ilmu seputar Ramadan. Menurut Ustaz Amir, mempersiapkan bekal- bekal tersebut akan menghadirkan kebaikan- kebaikan dalam bulan Ramadan nantinya.
Berikut 4 bekal yang perlu dipahami dan dipersiapkan sebelum menyambut bulan Ramadan:
1. Berdoa
Saat ini kita sedang berada pada bulan Syakban. Berdasarkan ajaran dari Rasullulah SAW, bahkan ketika bulan Rajab dan saat ini memasuki bulan Syaban,bahwa senantiasa membaiasakan diri dengan berdoa. Hal tersebut tentu menandakan, kalau kita membutuhkan dan hanya bisa meminta kepada Allah SWT. Doa yang bisa diamalkan yakni sebagai berikut:
Allâhumma bârik lanâ fî rajaba wasya'bâna waballighnâ ramadlânâ
Artinya: "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Syakban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadan.
Ustaz Amir menegaskan kembali, bahwa, melalui doa ini menandakan bahwa posisi kita adalah seorang hamba yang sangat butuh. Kebutuhan mulai dengan bulan sya'ban yang memiliki keistimewaan begitupun juga dengan bulan suci Ramadan yang mana menjadi bulan yang sangat mulia, karena penuh dengan keberkahan dan ampunan.
Tentu doa tersebut bukanlah sekedar doa biasa, melainkan doa sebagai hamba yang butuh kebaikan- kebaikan yang disediakan Allah sejak bulan Rajab, bulan Syakban hingga dipertemukan oleh Allah SWT pada bulan Ramadan nanti.
Lebih lanjut Ustaz Amir mengingatkan kita untuk meminta keberkahan. “Berkah itu sifatnya umum, namun bisa dimaknai seperti misalnya, ketika seseorang diberikan kesehatan, dan dapat digunakan untuk beribadah, dan beramal saleh. Hal- hal baik yang berkaitan baik itu Habluminallah (hubungan dengan Allah) dan Habluminannas (hubungan dengan sesama manusia), semua yang ada didalam kiri kita dan diberkahi oleh Allah maka akan mendatangkan kebaikan juga,” Jelas Ustaz Amir.
2. Membersihkan diri kita atau Bermuhasabah
Penting untuk kita bermuhasabah atau berefleksi diri. Mulai dengan membersihkan hati, dan pikiran serta diri kita dari berbagai macam perbuatan yang kurang baik, atau dosa/ maksiat. Memohon ampunan dari Allah SWT juga dapat senantiasa kita lakukan, apalagi ketika masih berada pada bulan Syakban.
“Terlebih bulan Syakban ini segala catatan amal serta perbuatan kita selama setahun bahkan tahun- tahun sebelumnya diangkat dan dilaporkan kepada Allah SWT. Nah, tentu menjadi momentum untuk kita lebih mawas diri serta melakukan muhasabah baik yang sifatnya Habluminallah (hubungan dengan Allah) dan Habluminannas,” Ungkap Ustaz Amir dalam Program Mutiara Pagi Berjaringan Korwilnus X Jawa Timur, akhir Januari lalu.
Hanya kepada Allah, kita memohon ampun, serta bertaubat atas segala hal yang pernah kita langgar dan apapun yang telah kita lakukan. Selain itu, kita juga meminta maaf kepada sesama, baik itu hubungan dengan pasangan, antara orang tua dan anak, kerabat dan sebagainya
Dengan saling memohon ampunan dan saling memaafkan maka kitaa tidak hanya menyambut bulan suci ramadhan dengan persiapan fisik saja namun persiapan secara rohani juga.
3. Melakukan pembiasaan
Bahwa bulan Syakban ini, Nabi Muhammad SAW, hampir menjalankan puasa penuh, namun bedanya, ada jeda alias tidak satu bulan, karena memang hukumnya sunnah untuk puasa di bulan Syakban ini. Namun dengan membiasakan berpuasa pada bulan Syakban maupun Rajab, makan fisik kita akan terlatih dengan kebiasaan berpuasa sebelum nantinya bulan Ramadhan menunaikan kewajiban berpuasa selama 30 hari penuh dengan lebih semangat.
4. Mencari bekal ilmu seputar Ramadhan
Persiapan selanjutnya adalah dengan mempelajari ilmu- ilmu seputar Ramadan. Bisa meliputi seperti apa yang menjadi rukun puasa yang meliputi niat puasa yang umumnya dilakukan setelah salat tarawih, dan juga meninggalkan sesuatu yang membatalkan seperti makan minum, berhubungan suami istri saat siang di bulan Ramadan. Selanjutnya memahami sunah puasa, apa saja yang menjadi pembatal puasa ramadhan. Selain itu makna berpuasa itu sendiri. Hal- hal tersebut tentu membantu kita agar lebih bersemangat dalam menjalankan ibadah suci Ram
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....