Tips Untuk Lebih ‘Self Compassion’ !

  • 29 Jan 2026 11:53 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Sebagai manusia kita harus memiliki sikap self compassion, atau lebih berbaik hati kepada diri sendiri. Sering kali kita lupa, kita sibuk untuk menyenangkan semua orang sebagai wujud berbuat baik kepada orang lain tapi membuat kita lupa bahwa diri kita seringkali dikorbankan dan akan sangat kelelahan bahkan terpendam emosi- emosi negatif.

Kepada RRI Madiun, Psikolog sekaligus Dosen Psikologi, Robik Anwar Dhani, M.Psi., Psikologi menerangkan bahawa self compassion adalah kemampuan seseorang untuk memperlakukan dirinya dengan kebaikan, pengertian, dan penerimaan, terutama saat sedang mengalami kesulitan, kegagalan, atau penderitaan. “Sering melihat rumput tetangga lebih hijau, akhirnya membandingkan, dan jika belum sama dengan pencapaian orang lain, kita merasa gagal, lalu kita terus- menerus keras bahkan menekan diri sendiri agar bisa mencapai standar sukses itu,” jelas Robik.

Terdapat tiga unsur Self-compassion, yang pertama self kindness atau bersikap lebih ramah, hangat dan tidak keras bahkan kejam terhadap diri sendiri. Selanjutnya, common humanity, kesadaran bahwa setiap kegagalan, kelelahan dan kesalahan menjadi bagian dari hidup atau pengalaman manusia, untuk itu penting agar kita senantiasa berefleksi.

Selanjutnya, unsur yang ketiga adalah mindfulness yakni menyadari emosi apa adanya tanpa perlu sikap yang terlalu berlebihan atau bahkan lebih menekan diri sendiri. Robik juga mengingatkan bahwa berbaik hati pada diri sendiri bukan berarti memanjakan diri sendiri atau memaklumi hal- hal yang gagal, justru kegagalan perlu untuk diterima untuk selanjutnya kita berefleksi, atau mengevaluasi diri sebelum menentukan langkah- langkah yang lebih baik lainnya.

“Dalam psikologi, self-compassion justru berkaitan dengan motivasi yang lebih sehat dan perubahan yang lebih berkelanjutan,” Jelas Robik. Sejumlah tips untuk memulai diri sendiri agar lebih berbaik hati kepada diri sendiri diantaranya sebagai berikut:

1. Memperhatikan kembali bagaimana cara kita berbicara pada diri sendiri.

Lihat kembali, apakah kata- kata yang kita ucapkan untuk diri sendiri juga sama seperti kita ucapkan pada orang lain. Jika berbeda mungkin sudah waktunya untuk mengubah nada bicara batin.

2. Akui bahwa tidak semua kegagalan adalah kesalahan pribadi

Kadang yang gagal bukan diri kita, melainkan situasi yang memang sulit atau faktor - faktor yang mempengaruhi. Belajar membedakan antara tanggung jawab dan menyalahkan diri sendiri.

3. Melatih menerima emosi diri sendiri, tanpa menghakimi

Manusiawi ketika kegagalan melanda, kita kecewa, sedih, dan marah. Namun penting untuk memvalidasi perasaan- perasaan tersebut, untuk membantuk diir kita agar lebih stabil dan tenang dalam memproses emosi tersebut. Misalnya, seperti mengungkapkan dalam hati: “Oke, tidak apa- apa, semua akan ada jalan keluarnya”.

4. Pengalaman tidak menyenangkan pasti juga dialami setiap orang, maka perlu diingat bahwa kita tidak sendirian.

Setiap orang selalu struggling dengan hidupnya masing- masing. Apa yang terjadi atau kita lihat pada kehidupan orang lain, tentunya bisa kita petik setiap hikmat, memacu semangat, bahkan menghadirkan kebersyukuran.

5. Rawat diri secara realistis

Self-care tidak selalu berarti liburan atau hadiah besar. Kadang cukup dengan tidur cukup, berkata tidak pada satu permintaan, atau memberi waktu bernapas di tengah kesibukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....