Kenali, Kenapa Kita Sulit Berkata Tidak ?

  • 22 Jan 2026 15:07 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kesulitan untuk menolak atau berkata tidak sering kali kita alami dalam kehidupan sehari- hari. Keinginan untuk menolak karena situasi yang terjadi seperti sedang lelah, tidak setuju, ketidaksanggupan, namun harus terpaksa bilang ‘iya’ untuk sebuah permintaan ataupun ajakan.

Dalam program Teman Cerita di Pro 1 RRI Madiun, Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog menjelaskan bahwa individu yang sulit untuk menolak atau berkata tidak, erat hubungannya terkait perilaku asertif. “ Ya, jadi kesulitan berkata tidak sering berkaitan dengan perilaku asertif,” ungkap Robik, sapaan akrabnya.

“Dalam psikologi, asertif adalah mampu menyampaikan kebutuhan, batasan, dan pendapat secara jujur dan hormat, tanpa melukai orang lain maupun diri sendiri,” Jelas Robik lebih lanjut. Namun, individu yang sulit berkata tidak, justru lebih tahu dan sadar betul batasannya.

Rasa tidak enak, menghargai perasaan atau bahkan menghindari konflik, menjaga relasi serta mempertahankan keberadaan secara sosial menjadi alasan dan akhirnya mengorbankan kesadaran akan batasan yang harusnya bisa dipertahankan tadi. Alhasil terjadilah untuk sulit berkata tidak.

Robik juga menggarisbawahi bahwa perlu dan penting untuk diluruskan terkait pandangan bahwa orang yang berkata tidak bukanlah orang yang tidak peduli pada orang lain, tidak mau membantu atau orang yang keras. Namun sebaliknya, orang yang berkata tidak adalah yang memahami dan sadar akan kapasitas diri, lalu menjaga kesehatan mental bahkan lebih menghargai relasi dengan lebih jujur.

Dosen Prodi Psikologi UKWS Kampus Madiun itu juga merangkum bahwa terdapat 4 (empat) penyebab mengapa banyak orang yang kesulitan untuk berkata tidak. Pertama adalah terkait pola asuh atau ajaran sejak kecil, dimana banyak yang menerima dan bertumbuh dengan pesan implisit seperti “anak baitu selalu menurut”, “jangan mengecewakan orang lain”, “kalau nolak itu tidaklah sopan”.

Robik menjelaskan bahwa dalam teori social learning, perilaku tersebut telah dipelajari sejak kecil lalu terbawa hingga dewasa. Menolak kemudian berujung pada kritik atau penolakan membuat seseorang belajar bahwa berkata “tidak” itu berbahaya secara emosional.

Kedua, perasaan takut ditolak karena akan kehilangan sebuah hubungan. Manusia memang mempunyai kebutuhan yang mendasar untuk diterima atau need to belong, jika dilihat dari psikologi sosial. Namun, sebagian orang beranggapan, jika berkata tidak terasa seperti ancaman terhadap sebuah hubungan seperti takut dianggap egois, tidak peduli, atau tidak dibutuhkan lagi.

“Akhirnya berakibat pada mengorbankan mulai dari batas diri, untuk rasa aman yang sebenarnya semu dalam hubungan,” Akibatnya, yang dikorbankan adalah batas dirinya yang harus dilampaui, demi rasa aman semu dalam hubungan.

Ketiga, feeling guilty atau rasa bersalah yang berlebihan, meskipun perasaan tersebut manusiawi tapi jika berlebih juga tentu tidak baik. Individu dengan perasaan bersalah berlebihan itu akan cenderung merasa bersalah saat kebutuhan orang lain tidak bisa terpenuhi olehnya padahal sangat jelas hal itu bukan menjadi tanggung jawab mereka. Apabila diabaikan terus menerus maka akan membentuk pribadi yang selalu mementingkan kepentingan orang lain daripada diri kita sendiri.

Keempat, harga diri kita yang bergantung pada penilaian orang lain atau validasi dari orang lain. Pandangan dan perasaan seperti seberapa berguna diri kita atau disukai bergantung pada orang lain. Robik juga mengatakan seperti halnya ketika ada kesadaran ingin menolong, tapi bukan untuk benar- benar menolong melainkan seperti ingin mempertahankan agar dinilai tidak egois atau peduli kepada orang tersebut, padahal kita secara fisik merasa lelah dan tidak sanggup.

Psikolog Robik juga menuturkan bahwa keempat hal yang menjadi penyebab orang sulit berkata tidak tadi sebenarnya manusiawi dan pasti pernah dirasakan oleh setiap orang. Namun, perlu diingat, bahwa kondisi tersebut terus diabaikan maka akan membuat kita mengalami kelelahan emosional, karena kita sendirilah yang tidak memberikan waktu atau jeda untuk diri sendiri.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....