Hari Penghayat Kepercayaan, BEM Unmer Madiun: Momentum Perkuat Toleransi

  • 17 Jul 2026 07:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun - Pemerintah resmi menetapkan tanggal 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa melalui Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 135 Tahun 2026.

Penetapan ini merupakan bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan penghayat kepercayaan di Indonesia, sekaligus menjadi hari peringatan yang pertama kali diperingati pada tahun 2026.

Penetapan Hari Kepercayaan ini terhadap Tuhan Yang Maha Esa mendapat tanggapan dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Merdeka (Unmer) Madiun, Rahadean.

Rahadean menyebut penetapan tersebut sebagai langkah progresif dari pemerintah karena hak konstitusional atas kepercayaan harus melekat pada setiap individu.

Rahadean berpandangan bahwa perbedaan keyakinan dapat melatih sikap terbuka atau inklusifitas. Mahasiswa dapat menjadikan perbedaan sebagai ruang bertukar pikiran bukan sumber konflik.

“Jangan sampai keberagaman ini menimbulkan konflik yang akan merusak persatuan bangsa kita,” ujar mahasiswa jurusan hukum ini.

Ia mengusulkan sejumlah langkah konkret bagi kampus, di antaranya kemudahan administratif kemahasiswaan bagi penghayat kepercayaan yang selama ini belum terakomodasi dalam sistem yang masih berbasis label agama, serta akomodasi akademik yang lebih inklusif, misalnya kelonggaran bagi mahasiswa non-mayoritas dalam mata kuliah keagamaan tertentu.

“Kampus perlu menjamin kesetaraan administratif dan akademik bagi penghayat kepercayaan dan agama minoritas,” lanjutnya.

Sebagai Ketua BEM, Rahadean menyatakan organisasinya berperan sebagai penjamin inklusivitas, dengan memastikan tidak ada kebijakan maupun program kerja yang bermuatan SARA, serta menjadi wadah aman bagi mahasiswa untuk mengadukan pelanggaran hak keagamaan atau kepercayaan.

Ia mengakui BEM Unmer Madiun belum memiliki program dialog lintas keyakinan secara khusus, namun menyebut momentum Hari Kepercayaan ini sebagai peluang untuk merancang program tersebut ke depan, termasuk kampanye edukasi digital dan forum bedah artikel bertema toleransi.

( DANDY & IBRA )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....