Sindiran Halus lewat Meme, Tren Komunikasi Gen Z di Media Sosial

  • 30 Mar 2026 07:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Perkembangan media sosial melahirkan berbagai bentuk komunikasi baru di kalangan generasi Z. Salah satunya adalah penggunaan meme sebagai sarana menyampaikan sindiran secara halus, yang kini menjadi tren di ruang digital.

Psikolog Andi Cahyadi menilai bahwa meme menjadi pilihan karena mampu menyampaikan pesan secara singkat, visual, dan mudah dipahami tanpa harus berbicara secara langsung.

“Gen Z cenderung menghindari konflik terbuka, sehingga memilih cara yang lebih aman seperti menggunakan meme untuk menyampaikan sindiran,” ujarnya.

Menurutnya, meme menghadirkan kombinasi antara humor dan realitas kehidupan sehari-hari, sehingga pesan yang disampaikan terasa lebih ringan namun tetap mengena.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh karakter media sosial yang cepat dan dinamis. Konten yang singkat dan relatable lebih mudah menarik perhatian sekaligus membangun koneksi dengan audiens.

“Meme itu seperti bahasa baru. Satu gambar bisa mewakili banyak perasaan,” jelas Andi.

Namun, ia mengingatkan bahwa sindiran melalui meme tidak selalu dipahami dengan cara yang sama oleh setiap orang. Perbedaan perspektif dapat memicu kesalahpahaman, bahkan konflik.

Selain itu, kebiasaan menyampaikan pesan secara tidak langsung berpotensi membuat individu kurang terbiasa berkomunikasi secara terbuka dalam hubungan nyata.

Meski begitu, penggunaan meme sebagai media ekspresi tetap memiliki sisi positif, terutama dalam menyalurkan emosi secara kreatif dan tidak agresif.

“Selama digunakan dengan bijak, meme bisa menjadi sarana komunikasi yang efektif tanpa harus menyakiti orang lain,” tambahnya.

Sebagai penutup, Andi Cahyadi menegaskan bahwa tren ini merupakan bagian dari evolusi komunikasi di era digital. “Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga etika dan empati dalam setiap bentuk komunikasi,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....