Cara Menjaga Mental di Tengah Hustle Anak Muda

  • 17 Okt 2025 13:16 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Generasi muda kini semakin aktif menjalani side hustle, bekerja lebih dari satu proyek, atau mengejar passion di luar pekerjaan utama. Meski produktif, gaya hidup ini kerap menimbulkan tekanan mental dan risiko burnout jika tidak dikelola dengan baik.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menekankan pentingnya strategi menjaga kesehatan mental di tengah hustle culture. “Anak muda perlu memahami batasan diri dan belajar mengatur waktu. Produktif itu baik, tapi jangan sampai mengorbankan tidur dan kesejahteraan emosional,” ujar Andi, Kamis (16/10/2025).

Menurut Andi, beberapa langkah sederhana bisa membantu menjaga keseimbangan, antara lain menetapkan prioritas, membuat jadwal realistis, dan menyisihkan waktu untuk istirahat serta hobi. “Manajemen waktu yang baik akan membuat hustle lebih efektif tanpa menimbulkan stres berlebihan,” tambahnya.

Selain itu, Andi menekankan pentingnya dukungan sosial. “Berbagi pengalaman dengan teman, mentor, atau komunitas bisa menjadi tempat untuk melepas tekanan dan mendapatkan perspektif baru. Jangan menanggung beban sendiri.”

Ia juga mengingatkan agar anak muda bisa mengenali tanda-tanda awal burnout, seperti kelelahan kronis, hilangnya motivasi, atau gangguan tidur. “Segera lakukan evaluasi dan istirahat bila gejala muncul. Kesehatan mental adalah investasi jangka panjang yang tak boleh diabaikan.”

Fenomena hustle anak muda menunjukkan kebutuhan akan kesadaran diri dan manajemen diri yang matang. “Hustle boleh, tapi tetap harus seimbang. Produktif itu penting, tapi menjaga kesehatan mental jauh lebih krusial,” pungkas Andi Cahyadi.

Rekomendasi Berita