KBRN, Madiun : Fenomena side hustle semakin populer di kalangan anak muda. Banyak generasi Z yang menjalani pekerjaan utama sambil menekuni proyek sampingan, mulai dari jualan online, freelance, hingga menjadi kreator digital. Meski memberi peluang tambahan penghasilan dan pengembangan diri, side hustle juga bisa menimbulkan tekanan mental jika tidak dikelola dengan baik.
Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menjelaskan bahwa side hustle memiliki dua sisi yang perlu dipahami anak muda. “Di satu sisi, ini memberi kesempatan belajar, membangun skill, dan menambah pendapatan. Di sisi lain, kalau tidak diatur, bisa memicu stres, kelelahan, dan bahkan burnout,” ujar Andi, Kamis (16/10/2025).
Menurut Andi, kunci menjalani side hustle dengan sehat adalah manajemen waktu dan prioritas yang jelas. “Anak muda harus bisa membedakan mana aktivitas yang mendukung tujuan jangka panjang dan mana yang sekadar menguras energi tanpa hasil nyata,” tambahnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental. “Jangan sampai kesibukan sampingan mengganggu tidur, relasi sosial, atau kondisi psikologis. Tetap sediakan waktu untuk diri sendiri dan aktivitas yang menenangkan.”
Andi juga menyarankan agar anak muda memanfaatkan side hustle sebagai media pengembangan passion. “Kalau dijalani dengan strategi, side hustle bisa menjadi peluang emas untuk mengeksplorasi minat sekaligus membangun karier, bukan sekadar beban tambahan.”
Fenomena side hustle menunjukkan bahwa bagi anak muda, peluang dan tekanan sering berjalan beriringan. “Yang penting adalah keseimbangan. Side hustle bisa jadi jalan sukses atau justru sumber stres, tergantung bagaimana anak muda mengelolanya,” pungkas Andi Cahyadi.