Ngejar Passion atau Gaji, Anak Muda Pilih Mana?

  • 13 Okt 2025 11:06 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Pilihan antara mengejar passion atau gaji kini menjadi dilema umum di kalangan anak muda. Di tengah tuntutan hidup yang semakin tinggi, banyak generasi muda berusaha menyeimbangkan antara kebutuhan finansial dan keinginan untuk bekerja sesuai minat. Fenomena ini menggambarkan perubahan orientasi kerja di era modern.

Psikolog Andi Cahyadi, M.Psi., menilai bahwa pergeseran ini merupakan bagian dari proses pencarian jati diri generasi muda. “Bekerja bagi anak muda sekarang tidak lagi sekadar soal uang. Mereka ingin pekerjaan yang punya makna dan sesuai dengan nilai pribadi mereka,” ujar Andi, Senin (13/10/2025).

Namun, Andi menambahkan bahwa faktor ekonomi tetap berperan besar dalam pengambilan keputusan karier. “Realitanya, banyak juga yang tetap memilih pekerjaan dengan penghasilan stabil untuk menjamin kebutuhan hidup. Tantangannya ada pada bagaimana mereka bisa tetap menyalurkan passion di sela rutinitas kerja,” jelasnya.

Ia menyebut bahwa passion dan gaji seharusnya tidak selalu dipertentangkan. Dalam pandangannya, keduanya bisa berjalan beriringan jika seseorang mampu melihat peluang di bidang yang digemari sekaligus mengelolanya secara profesional. “Kuncinya ada pada keseimbangan dan strategi. Passion perlu diarahkan, bukan hanya diikuti begitu saja,” tambah Andi.

Lebih lanjut, Andi menilai dunia digital memberi banyak ruang bagi anak muda untuk menjembatani keduanya. “Sekarang banyak profesi lahir dari passion, tapi tetap menghasilkan. Misalnya di bidang kreatif, konten digital, hingga wirausaha sosial,” ujarnya.

Ia menutup dengan pesan bahwa setiap pilihan karier memiliki tantangannya masing-masing. “Tidak ada yang salah antara ngejar gaji atau passion. Yang penting, anak muda perlu mengenali dirinya, tahu prioritasnya, dan punya arah yang jelas dalam perjalanan kariernya,” pungkas Andi Cahyadi.

Rekomendasi Berita