9 Musim Bermasalah, Manchester City Terbukti Langgar Aturan Finansial

  • 30 Sep 2026 08:43 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Perkara finansial Manchester City akhirnya memasuki babak penting setelah Komisi independen menyatakan klub tersebut terbukti melanggar aturan keuangan Premier League selama sembilan musim. Pelanggaran yang ditemukan mencakup cara klub mencatat pendapatan dan biaya hingga sikapnya selama menjalani investigasi Premier League.

Periode yang menjadi perhatian Komisi berlangsung dari musim 2009/10 sampai 2017/18. Dalam rentang tersebut, Manchester City ditemukan menggunakan sejumlah kontrak komersial “sham”, yaitu perjanjian yang tidak mencerminkan kesepakatan sebenarnya antara pihak-pihak yang terlibat.

Kontrak tersebut berkaitan dengan sejumlah mitra komersial Manchester City. Menurut temuan Komisi, pengaturan itu menjadi bagian dari skema yang digunakan untuk membuat pendapatan klub terlihat lebih tinggi sekaligus menekan biaya yang dicatat.

Dalam salah satu skema yang ditemukan, sejumlah perusahaan sponsor hanya diwajibkan membayar sebagian dari nilai sponsorship. Sisa pembayaran tersebut didanai oleh Abu Dhabi United Group Investment & Development Ltd (ADUG), yang merupakan pemilik Manchester City.

ADUG juga disebut mendanai sejumlah pengaturan lain yang memungkinkan Manchester City mencatat biaya operasional lebih rendah daripada biaya yang sebenarnya dikeluarkan. Komisi juga menemukan pengaturan “sham” dengan Fordham, entitas yang membeli hak citra pemain Manchester City. Pengaturan tersebut turut didanai oleh ADUG.

Berbagai skema tersebut, menurut Komisi, bertujuan menggelembungkan pendapatan dan mengurangi biaya klub dengan nilai lebih dari £900 juta selama periode yang terdampak.

Dampaknya tidak hanya pada pencatatan keuangan internal klub. Komisi menyatakan Manchester City menyampaikan laporan yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya serta menyembunyikan keadaan keuangannya dari auditor dan regulator sepak bola.

Komisi kemudian menyimpulkan bahwa jika seluruh perjanjian terkait dilaporkan secara akurat dalam laporan keuangan, Manchester City akan melanggar batas pengeluaran Premier League dan UEFA dalam jumlah yang sangat besar.

Pelanggaran tersebut berkaitan dengan Profitability and Sustainability Rules Premier League serta Club Licensing and Financial Fair Play Rules UEFA. Dengan laporan pendapatan dan pengeluaran yang dinilai tidak akurat, kondisi keuangan Manchester City pada periode tersebut tidak menggambarkan posisi sebenarnya untuk keperluan penerapan aturan finansial.

Persoalan Manchester City juga tidak berhenti pada aturan keuangan. Selama investigasi Premier League yang berlangsung selama empat tahun, klub dinyatakan melakukan sejumlah pelanggaran terhadap kewajibannya untuk bekerja sama dan bertindak dengan itikad baik. Dari empat dugaan pelanggaran terkait kewajiban tersebut, tiga dinyatakan terbukti.

Komisi menyatakan Manchester City melakukan upaya terkoordinasi untuk menghentikan dan menghambat investigasi Premier League.

Proses ini sendiri berlangsung cukup panjang. Premier League memulai investigasi terhadap Manchester City pada Desember 2018. Pengaduan kemudian diterbitkan berdasarkan Section W aturan Premier League pada Februari 2023. Setelah itu, Komisi independen menggelar sidang selama 42 hari yang berakhir pada Desember 2024.

Kini, setelah temuan pelanggaran ditetapkan, perkara memasuki tahap berikutnya. Sanksi belum diputuskan dan akan dibahas dalam sidang terpisah bersama Komisi independen. Sesuai aturan Premier League, sidang mengenai sanksi akan berlangsung secara tertutup dan rahasia hingga hasilnya dapat dipublikasikan.

Manchester City juga masih memiliki hak untuk mengajukan banding terhadap temuan Komisi. Batas waktu bagi klub untuk menggunakan hak tersebut adalah Jumat, 2 Oktober.

Premier League telah menerbitkan versi redaksi dari Core Decision yang berisi temuan utama Komisi. Sementara itu, sejumlah lampiran dan informasi lain masih belum dapat dipublikasikan. Premier League menyatakan akan menerbitkan informasi tersebut ketika aturan mengizinkannya.

Untuk saat ini, temuan pelanggaran sudah ditetapkan, tetapi proses hukum internal Premier League masih berlanjut. Tahap berikutnya akan menentukan sanksi yang diberikan, sementara Manchester City masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan tersebut. (NK).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....