Berinovasi di Kompetisi Domestik, Kunci Majunya Persepakbolaan Jepang

  • 11 Jun 2025 19:56 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Kekalahan Telak Timnas Indonesia atas Jepang di Major Event membuktikan betapa tertinggalnya Persepakbolaan kita dengan negara berperingkat 15 Dunia tersebut. Meski telah dihuni banyak Diaspora berkualitas, tetap saja Timnas kesulitan mengimbangi permainan Jepang yang atraktif.

Kekalahan tersebut memberikan banyak pelajaran kepada Indonesia jika kemajuan yang didapat Jepang tidak mudah, Butuh proses dan Inovasi.

Jepang, yang kini disegani, membangun sepak bolanya lewat visi dan implementasi jangka panjang. Dari yang awalnya berkonsep Sepakbola sederhana, kini mereka sudah melahirkan J.League profesional dan sederet prestasi internasional.

Kunci utamanya adalah kemauan belajar dan berinovasi tanpa henti. Jepang tak segan jauh-jauh ke Jerman Barat di tahun 60-an untuk meniru resep sukses Piala Dunia 1954. Mereka mengadopsi dan mengimplementasikannya di Olimpiade Tokyo 1964.

Sadar bahwa Kompetisi liga adalah fondasi, mengutip Wikipedia, Jepang menciptakan Japan Soccer League (JSL) setelah Olimpiade 1964. Mereka terus berinovasi, dan di tahun 80-an, JFA berniat menaikkan status JSL menjadi semi-profesional.

Uniknya dalam proses reformasi JSL, JFA mempelajari berbagai liga maju, termasuk kompetisi Galatama di Indonesia yang sudah profesional sejak 1979!. Puncaknya, pada 1996, JSL bertransformasi menjadi J.League yang sepenuhnya profesional, meniru model Bundesliga dengan klub berbasis prefektur.

Selain terus berinovasi, perkembangan JFA tak lepas dari peran Tom Byer. Mengutip tulisan Brian Blickenstaff dari Slate Magazine, Pria asal Amerika Serikat tersebut mengembangkan sistem Youth Academy yang mengadaptasi metode Wiel Coerver pada 1989.

Metode tersebut berfokus pada pengembangan Usia Dini sebagai Pondasi utamanya.

Tidak hanya Liga Profesional, Saat ini JFA juga terus mengembangkan Kompetisi di jenjang Sekolah level Senior High Scholl (SMA) dengan memberikan kesempatan Sebesar besarnya kepada Pemain-pemain berbakat di level Sekolah untuk terjun ke klub Profesional.

Saat ini, sebagian besar skuad Timnas Jepang diisi pemain yang merumput di Eropa. Ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari sistem yang terstruktur, investasi jangka panjang pada liga, dan pembinaan usia dini yang konsisten di segala level Usia.

Kekalahan 6-0 kemarin bisa jadi momentum buat PSSI membenahi Sepakbola Indonesia. Jangan hanya berfokus pada perkembangan Timnas, tapi membenahi kualitas Liga, pembinaan Usia Dini, dan memperkuat peran klub.

Visi jangka panjang ala Jepang harus jadi inspirasi agar sepak bola Indonesia terus Maju dan tidak jalan ditempat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....