Starting Line Up Tepat, Kunci Timnas Kalahkan China
- 06 Jun 2025 12:51 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Bermain di Kandang sendiri Stadion Gelora Bung Karno, Timnas Indonesia mampu tampil lebih baik saat mengalahkan China 1-0 pada Kamis 5/6/2025.
Kemenangan sangat penting yang memastikan Timnas lolos ke Ronde Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026. Patrick Kluivert seakan tidak mau mengulangi kesalahan saat dikalahkan China di Era STY, terutama dalam hal menentukan komposisi Pemain.
Dilihat dari komposisi yang diturunkan, Coach Patrick Kluivert dan tim kepelatihan paham betul pada Direct Ball China yang sangat berbahaya, maka dibutuhkan pemain lincah yang bisa trackback ke belakang. Dan di sektor Wing Bek Kanan Kluivert memilih Yakob Sayuri turun duluan daripada Kevin Diks, dan keputusan tersebut sangat tepat.
Selain Kevin Diks belum pulih 100%, Yakob Sayuri lebih mengancam dengan Tusukan-tusukannya yang tajam. Selai itu ia juga Cepat turun ke Bawah jika posisi tim dalam tekanan.
Beralih ke Belakang, untuk CB, Kluivert tetap mempercayakan Rizky Ridho dibandingkan Mees Hilgers. Ridho tampil tanpa kompromi, begitu dapat bola dalam posisi mengancam, ia langsung membuang, agak berbeda dengan peran Hilgers yang sering menahan Bola sebelum di Oper.
China tampak kesulitan menembus dari sisi Ridho. Dan jika melihat lebih detail lagi, Formasi di Belakang sempat berubah menjadi Empat Bek, dengan menempatkan Thom Haye dan Pelupessy melebur ke Kebelakang. Nampak mereka Berdua sangat nyaman bermain dengan peran dan posisi yang berganti-ganti.
Sementara itu di Posisi Gelandang, Ricky Kambuaya mampu menjawab kepercayaan Kluivert, tidak hanya membantu serangan, layaknya Fabian Ruiz di PSG ia mampu bertransformasi menjadi Gelandang Box-to-Box yang menghubungkan aliran Bola dari Haye dan Pelupessy ke Lini depan.
Saat Beckham Putra masuk ia mampu menutup lubang Lini tengah pasca Thom Haye diganti.
Yang tidak disangka sangka adalah bagusnya Kombinasi Lini depan yang ditempati oleh Egy Maulana Vikri dan Ole Romeny. Meski hanya mencetak Satu Gol, kombinasi mereka Berdua melalui Umpan pendek ala Tiki-taka sangat merepotkan pertahanan China, terutama di Babak Pertama.
Strategi Timnas mendadak berubah di Babak Kedua, terutama memasuki menit ke 60'. Taktik Kluivert seperti beradaptasi dengan serangan China, mungkin karena posisi unggul, tampak permainan Timnas dari yang awalnya High Press, berubah menjadi Zona Marking seperti lebih menjaga dari serangan counter cepat China.
Saat Kevin Diks, Ivar Jenner, Stefano Lilipaly dan Sananta masuk. Sisi kiri Verdonk jadi lebih aktif beroperasi maju berdua dengan Sananta di depan, Lilipaly melebar di kanan, dan Jenner mengisi posisi yang ditinggalkan Haye. Peran dan posisi Kambuaya diambil alih Beckham.
Komposisi tersebut seakan membuka mata kita lebar-lebar Jika kini Timnas Indonesia sudah berevolusi dengan Banyak taktik, menyesuaikan Komposisi pemain dan Kondisi Lawan. Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan asisten Pelatih Alex Pastoor diawal menangani Timnas Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....