Jaminan Trofi!, Mampukah Ancelotti Persembahkan Gelar bagi Brazil?

  • 28 Mei 2025 18:40 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Brazil akhirnya meresmikan Carlo Ancelotti sebagai pelatih baru mereka pada 27/5/2025.

Pelatih 65 tahun tersebut mengemban tugas yang super berat, yakni mengembalikan Performa bagus Vinicius jr dkk.

Brazil memang kehilangan sentuhan sejak berakhirnya era Ronaldinho. Kedatangan Ancelotti diharapkan bisa mengembalikkan performa Brazil di Era Sepakbola Modern dengan Metode pendekatannya yang baik ke Pemain.

Carlo Ancelotti Ibarat Magnet Gelar, Ke mana pun ia pergi, trofi selalu mengikutinya. Meski begitu, Ancelotti merintis karier kepelatihannya benar-benar dari bawah.

Prestasi pertamanya sebagai pelatih yang membuat banyak klub meliriknya adalah membawa Reggiana promosi ke Serie A.

Di tahun 1995, Ancelotti ditunjuk sebagai pelatih. Dan hanya butuh satu musim untuk dirinya mengangkat derajat Reggiana ke Serie A.

Hanya Semusim di Reggina, Ancelotti langsung dipinang Parma. Dan di musim Pertamanya pula ia langsung mencatatkan prestasi mentereng, membawa Parma finis di posisi kedua Serie A.

Selain itu, Ancelotti juga membantu Parma memenangkan Piala UEFA (Europa League) 1998, dan Piala Italia 1997/1998.

Bakat Ancelotti kemudian diperebutkan oleh sejumlah tim besar di Italia. Juventus menjadi destinasi berikutnya bagi Ancelotti.

Di Juve ia mempersembahkan Piala Intertoto, selanjutnya ia berpetualang kembali ke AC Milan Klub yang ia bela sebelumnya sebagai Pemain. Dan disinilah rentetan Prestasi dimulai.

Bersama AC Milan Ancelotti memenangkan Coppa Italia, Gelar Scudetto, hingga membawa Milan Tiga kali ke final Liga Champions dan sukses mempersembahkan dua trofi UCL bagi AC Milan.

Sukses di Milan, ia pindah ke Chelsea, PSG hingga Bayern Munchen untuk menaklukkan Jerman. Sebelum ke Bayern, Ancelotti pernah menangani Real Madrid selama Dua musim.

Meski Sukses di awal Karier, Ancelotti juga pernah merasakan Fase paling rendah dalam Kariernya. Saat hengkang dari Bayern, Magisnya seakan Meredup hingga akhirnya kembali ke Italia bersama Napoli dan sempat menangani tim spesialis papan Tengah Liga Inggris Everton.

Gagal di Everton, Ancelotti mampu bangkit di tanah Spanyol bersama klub yang pernah dilatih sebelum ke Bayern, yakni Real Madrid. di Musim pertamanya pada Real Madrid periode 2, Carlo Ancelotti langsung menjuarai La Liga.

Bahkan ia Dua kali menjuarai La Liga selama 4 musim di Real Madrid periode Duanya ini. Dan yang paling spesial tentu saja, La Decimocuarta dan La Decimoquinta.

Dua trofi UCL untuk Madrid yang sekaligus menetapkan Namanya sebagai Pelatih tersukses di Liga Champions.

Mungkin banyak yang meragukan kemampuannya dalam hal taktik, tapi Ancelotti memiliki kemampuan lebih dalam hal Komunikasi antar pemain dan Staff.

Nampaknya itulah yang menjadi masalah di Timnas Brazil sekarang. Banyak pemain Berbakat yang pastinya memiliki Ego yang susah untuk dikendalikan.

Akankah Carlo Ancelotti di usia senjanya ini masih bisa membuat keajaiban bagi Brazil yang sedang terpuruk?

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....