Tendangan Penalti Julian Alvarez Tidak Sah, Ini Penjelasannya
- 13 Mar 2025 09:53 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Drama pertandingan babak 16 besar Liga Champions antara Atletico Madrid dan rival sekotanya, Real Madrid, berakhir dengan kekalahan pahit bagi Los Rojiblancos. Salah satu momen krusial dalam drama adu penalti tersebut adalah tendangan penalti Julian Alvarez yang dianulir karena dianggap melanggar aturan dengan menendang bola dua kali.
Pada sesi adu penalti yang menegangkan, Julian Alvarez, penyerang Atletico Madrid, melangkah maju untuk mengambil tendangan penalti kedua bagi Atletico. Meskipun bola berhasil masuk ke gawang, wasit membatalkan gol tersebut setelah pengecekan melalui VAR (video assistant referee) dan menganggap tendangan tidak sah. Alasannya adalah Alvarez terdeteksi menendang bola dua kali dalam satu eksekusi penalti, sebuah pelanggaran jelas terhadap peraturan yang ditetapkan oleh FIFA dan IFAB. Keputusan ini menjadi salah satu faktor penentu yang mengakibatkan Atletico Madrid harus mengakui keunggulan rivalnya dan tersingkir dari kompetisi elit Eropa tersebut.
Menurut peraturan pertandingan (law of game) yang ditetapkan oleh FIFA dan IFAB (International Football Association Board), pelanggaran yang dilakukan Julian Alvarez tertuang dalam Peraturan 14 tentang Tendangan Penalti, khususnya pada bagian berikut:
Peraturan 14 - Tendangan Penalti
Pada bagian 1 poin 3 tentang prosedur eksekusi penalti menyatakan:
"Setelah pemain mengambil tendangan penalti, mereka tidak boleh menyentuh bola lagi sampai bola menyentuh pemain lain."
Selanjutnya, dalam bagian 2 tentang pelanggaran dan sanksi, disebutkan:
"Jika penendang menyentuh bola lagi sebelum bola menyentuh pemain lain, sebuah tendangan bebas tidak langsung diberikan (atau tendangan bebas langsung jika pelanggaran terkait menyentuh bola dengan tangan)"
Dalam konteks adu penalti setelah pertandingan, berdasarkan Peraturan 10 tentang Menentukan Hasil Pertandingan, bagian 3 mengenai tendangan dari titik penalti, menyatakan:
"Pemain yang sudah melakukan tendangan tidak boleh melakukan tendangan lagi sampai semua pemain yang memenuhi syarat telah melakukan tendangan. Jika penendang melakukan pelanggaran prosedur tendangan penalti, tendangan tersebut dianggap gagal dan tidak termasuk dalam penghitungan."
Keputusan wasit untuk menganulir tendangan penalti Julian Alvarez sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam sesi adu penalti yang menentukan, setiap detail dan kepatuhan terhadap aturan menjadi sangat krusial. Tendangan yang dibatalkan ini menjadi momen penentuan yang mempengaruhi hasil akhir pertandingan.
Real Madrid akhirnya berhasil menang dalam drama adu penalti tersebut dan melaju ke babak delapan besar, sementara Atletico Madrid harus pulang dengan kekecewaan mendalam, terlebih karena kekalahan terjadi melawan rival sekota mereka. Kejadian ini juga menegaskan bahwa di level tertinggi seperti Liga Champions, tidak ada ruang untuk kesalahan, sekecil apapun itu. Setiap detail dapat menentukan siapa yang melanjutkan perjalanan dan siapa yang harus pulang lebih awal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....