Kelompok Makan, Minuman Dan Tembakau Di Kota Madiun Alami Inflasi

  • 30 Jul 2024 11:33 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Kelompok makanan, minuman, dan tembakau pada bulan Juni 2024 di Kota Madiun mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,79 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 105,73 persen pada bulan Juni 2023 menjadi 109,74 pada Juni 2024.

“Sub kelompok yang mengalami inflasi y-on-y tertinggi pada bulan ini di kota Madiun yaitu, sub kelompok rokok dan tembakau sebesar 13,18 persen, disusul sub kelompok makanan sebesar 2,85 persen, dan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 2,27 persen”, dijelaskan Ketua Tim Statistik Harga Badan Pusat Statisti Kota Madiun Emy Vidayanti.

Emy mengatakan, kelompok ini pada bukan Juni 2024 memberikan andil atau menyumbang inflasi y-on-y sebesar 1,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y, yaitu, beras sebesar 0,47 persen, Sigaret Kretek Tangan (SKT) sebesar 0,16 persen, Sigaret Kretek Mesin (SKM) sebesar 0,12 persen, pisang sebesar 0,11 persen daun bawang, Sigaret Putih Mesen (SPM) dan gula pasir masing-masing 0,06 persen.

“Selain itu juga ada kelompok makanan sebagai penyumbang inflasi di bulan Juni di kota Madiun walaupun prosentasenya kecil antara 0,01 hingga 0,06 persen, diantaranya, susu cair kemasan, bawang merah, kue basah, kentang, bawang putih, jagung manis, jeruk, kopi bubuk, minyak goreng, cabai, nangka muda, labu siam, kol,kangkung daging ayam ras, telur asin, ikan nila, buncis, donat, telor ayam kampung dan wortel”, ujarnya.

Dikatakan, pada bulan juni 2024 selain terjadi inflasi y-on-y juga terjadi deflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,53 persen. Komoditas yang dominan menyumbang deflasi m-to-m yaitu, bawang merah sebesar 0,18 persen, daging ayam ras 0,12 persen, tomat sebesar 0,09 persen, beras 0,07 persen, telor ayam ras sebesar0,05 persen, bayam dan semangka masing-masing sebesar 0,02 persen, nangka muda, gula pasir, jeruk, terong, bawang putih, kangkung, kol, sawi, kelapa, brokoli, ikan nila dan wortel masing-masing 0,01 persen.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....