Lansia Non-Potensial Kota Madiun Dapat Bansos Rp8,2 Juta Setahun

  • 03 Nov 2022 09:53 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Warga lanjut usia (lansia) non-potensial atau ngebrok di Kota Madiun terus mendapat perhatian dari pemkot. Terbaru, pemkot menaikkan anggaran bantuan sosial (bansos) dari Rp2,5 juta per orang per tahun, kini menjadi Rp8,2 juta per orang per tahun.

Walikota Madiun, Maidi mengatakan, kenaikan anggaran bansos itu dilberikan karena pemerintah hadir membantu kesulitan warganya. Apalagi mereka non-potensial yang sudah tidak mampu mencukupi kebutuhannya sehari-hari. Karena itu ia tidak ingin melihat mereka terlantar.

“Karena kebutuhannya dia (lansia non-potensial.red) cukup banyak ya, dan dia tidak bisa gerak apa-apa, dia tidak bisa produktif, maka harus ada uang untuk menjamin kehidupan hariannya,” ujarnya, Kamis (3/11/2022).

Dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehabsos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Kota Madiun, Esti Handayani menyatakan, berdasarkan pendataannya saat ini ada 147 lansia non-potensial di Kota Madiun. Karenanya pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini, ia menganggarkan dana sekitar Rp1,2 miliar untuk pemberian bansos bagi lansia ngebrok.

“Jumlah sasaran tersebut masih sementara dan ada kemungkinan bertambah dan kita masih melakukan verifikasi agar program bansos ini benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Sementara itu tidak hanya sekadar memberikan bansos, Pemkot Madiun juga memfasilitasi perawatan untuk lansia ngebrok yang hidup sebatang kara. Yakni, merekrut ratusan pekerja sosial masyarakat (PSM) untuk mendampingi lansia non-potensial itu. Mereka akan disebar di seluruh kelurahan se Kota Madiun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....