Dinkes Kota Madiun Temukan 191 Kasus DBD, Dua Orang Meninggal
- 03 Nov 2022 09:47 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun mencatat sejak Januari hingga akhir Oktober 2022 terdapat 191 kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayah setempat. Dua pasien di antaranya meninggal dunia, warga Kecamatan Kartoharjo.
Kepala Dinkes-PPKB Kota Madiun, dr. Denik Wuryani mengatakan, dari 191 temuan kasus DBD, terbanyak di bulan April-Juli 2022. Ini karena musim penghujan tidak menentu, sehingga menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti berkembangbiak lebih cepat. Pun Agustus hingga Oktober ini, jumlah kasusnya cenderung turun.
“Kalau insiden rate itu kan diukur dengan jumlah penduduk, sedangkan kita tidak banyak penduduknya seharusnya nggak sampai segitu kejadiannya. Tapi karena situasi dan kondisi sehingga kejadiannya cukup tinggi, dan angka kematian dua pasien itu bagi kami ya tinggi, seharusnya nggak boleh ada kematian,” ujarnya, Kamis (3/11/2022).
Berdasarkan data di Dinkes-PPKB, lanjut dia, penderita DBD tahun ini mayoritas kalangan anak usia 7-12 tahun dengan persentase 39 persen. Disusul 13-15 tahun (17 persen), 24-45 tahun (10 persen), 16-18 tahun (8 persen). Berikutnya usia 0-4, 5-6, dan 19-23 tahun masing-masing 7 persen. Sisanya atau 5 persen penderita usia di atas 45 tahun.
Untuk itu ia menghimbau masyarakat segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) ketika mengalami gejala sakit demam lebih dua hari. Sebab jika terlambat mendapat penanganan medis, dikhawatirkan akan berakibat fatal hingga berujung kematian.
“Ada yang terlambat membawa ke rumah sakit, ada juga warga yang ketika disarankan untuk ke rumah sakit, masih nanti dulu. Makanya kita terus memberikan edukasi ke masyarakat secara berulang-ulang,” imbuhnya.
Denik menegaskan, tiga kecamatan se-Kota Madiun semuanya berisiko muncul kasus DBD. Karena itu perlu kewaspadaan bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Kemudian juga menerapkan 3M plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, memanfaatkan kembali barang bekas, plus mencegah gigitan dan perkembangbiakan nyamuk.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....