Petani Kota Madiun Keluhkan Alokasi Pupuk Subsidi Berkurang
- 13 Jan 2024 09:15 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Petani di Kota Madiun mengeluhkan alokasi pupuk bersubsidi yang diterima Pemkot Madiun tahun ini menyusut. Bahkan penurunannya hampir separo dari yang diusulkan sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).
Sebelumnya, kebutuhan pupuk yang diusulkan yaitu 696,151 ton urea dan 629,253 ton jenis NPK. Namun, tahun ini petani hanya mendapatkan alokasi pupuk 367,482 ton urea, dan 184,760 ton NPK.
Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Madiun, Heri P. Irawan menilai, alokasi pupuk subsidi yang diterima petani sangat kurang untuk mencukupi area persawahan 786,31 hektare. Namun ia menyakini, kondisi tersebut terjadi merata hampir di seluruh daerah.
“Petani yang jelas kecewa. Kalau kurang (pupuk), kan ya berarti hasil produksinya dan kualitasnya tidak bisa maksimal, wong tanamannya kurang gizi dan nutrisi. Jadi tonasenya berkurang jauh,” ujarnya, Sabtu (13/1/2024).
Meski begitu, ia tetap berjuang agar petani di Kota Madiun mendapatkan alokasi pupuk subsidi, minimal seperti tahun sebelumnya. Untuk sementara waktu, alokasi yang ada akan dimaksimalkan untuk musim pertama tahun ini, sembari menunggu perkembangan lebih lanjut.
“Biasanya di pertengahan tahun ini ada alokasi lagi, bahasanya re-alokasi, jadi ada tambahan (pupuk).
Menurut Heri, jika petani dipaksakan membeli pupuk non-subsidi, mereka akan merogoh kocek lebih dalam. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan hasil yang didapat.
“Yang jelas kalau beli pupuk non subsidi kan memberatkan petani. Kami di KTNA masih mengidentifikasi, berkoordinasi dengan teman-teman KTNA ke beberapa daerah, kita sampaikan ke provinsi baru ke pusat,” tegas Heri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....